Beranda / Matabudaya / Semah Terubuk – J. S. G. Gramberg

Semah Terubuk – J. S. G. Gramberg

Kemudian Sultan menjadi tidak sabar dan bertitah: “Saya perintahkan agar itu dilakukan! Kalau seperti itu jawabanmu, apa lagi gunanya semah? Kalau keadaan biasa-biasa saja, semah tak perlulah. Ingat, jika nanti semah itu sia-sia, beta akan menghapusnya, karena apa gunanya menyemah kalau tidak ada hasil.”

Semah Terubuk, dengan demikian, dilaksanakan terjadi atas perintah sang raja. Semua prosesi dijalankan, dipatuhi dengan ketat, dan diakhiri selengkap-lengkapnya.

Setelah itu para nelayan melaut membawa keraguan apakah mereka akan mendapatkan hasil.

Tapi, betapa, menakjubkan! Begitu jaring dipasang, ribuan ikan terubuk berduyun-duyun memenuhinya, sehingga tidak semuanya diambil karena kapal tak muat lagi.

Bagikan

Lihat Juga

Marsden dan Pantun Melayu (tahun 1812)

Pengantar William Marsden (1754-1836), seorang linguis dan sejarawan Inggris, adalah ilmuwan pioneer untuk kajian Nusantara. ...