POLAK KUNGKUNG DAPUR Oleh Syaiful Anuar Secara harfiah, polak didefinisikan sebagai kebun kecil yang letaknya dekat dengan dapur atau berada di halaman sekitar rumah. Polak wujud sebagai ruang ekosistem budidaya mandiri yang mengintegrasikan fungsi penyedia pangan dan kesehatan dalam satu lahan terbatas. Polak memiliki peran ...
SelengkapnyaHukum Adat Melayu Riau dalam Peluang KUHP Baru: Ketawa Bersama-sama
Hukum Adat Melayu Riau dalam Peluang KUHP Baru: Ketawa Bersama-sama Oleh: Taufik Ikram Jamil Dalam tradisi hukum modern, palu melambangkan keputusan negara: tegas, final, dan mengikat. Tetapi dalam kebijaksanaan lama, ular sering dimaknai sebagai lambang kearifan yang hidup, lentur, dan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan ...
SelengkapnyaLocal Wisdom Melayu Riau dalam Menyambut Ramadhan
Local Wisdom Melayu Riau dalam Menyambut Ramadhan Oleh: Griven H Putera (Pemikir Melayu) Dalam praktik keberagamaan masyarakat Melayu, ajaran Islam tidak hadir sebagai entitas yang terpisah dari tradisi, melainkan berkait-mait secara erat dengan adat istiadat. Agama dan tradisi berada dalam relasi yang saling menguatkan, sehingga ...
SelengkapnyaMitos, Alam, dan Rasionalitas
Mitos, Alam, dan Rasionalitas Oleh: Deni Afriadi Di tengah ligat-nya perkembangan teknologi, cara pandang manusia pun ikut berubah. Kecanggihan digital memberi rese seolah segalanya mungkin. Manusia mulai dibuai mimpi menjangkau planet lain. Menginjakkan kaki di Bulan, merancang kehidupan baru di Mars. Setidaknya slogan itu yang ...
SelengkapnyaFestival Sakai, Sebelum Semuanya Tersadai
FESTIVAL SAKAI, SEBELUM SEMUANYA TERSADAI Catatan: Taufik Ikram Jamil TIDAK ada yang terkejut ketika Panglima Dubalak Sakai M. Syafrin dan Batin Sebanga yang juga Batin 8 Sakai M. Nasir bercakap amat terbuka pada Festival Seni Budaya Sakai, Senin lalu (8/12). Mereka dengan tegas menyebutkan bagaimana ...
SelengkapnyaMeneroka Mantera “Kandung Semangat”, Memperkukuh Jati Diri
Meneroka Mantera “Kandung Semangat”, Memperkukuh Jati Diri Oleh Hang Kafrawi Orang Melayu terdahulu sangat menghargai asal usul. Dengan mengenal asal usul maka dapat memahami kekuatan dan kelemahan sesuatu, baik itu asal usul manusia, maupun asal usul makhluk yang ada di muka bumi ini. Mengenal asal ...
SelengkapnyaIliu: Sebelum Kematiannya
Iliu: Sebelum kematiannya Oleh Syaiful Anuar Seperti halnya peradaban-peradaban tua di dunia, masyarakat Melayu di kawasan Riau juga memanfaatkan perairan sebagai jalur pergerakan barang dan orang. Lebih dari pada itu, mereka bahkan memperlakukan kawasan perairan sama seperti aliran darah, yang nadinya terus berdenyut sebagai penanda adanya ...
SelengkapnyaMENCARI ONGKU OPIE
MENCARI ONGKU OPIE Oleh: Alvi Puspita Senin, 01 September lalu, saya kembali berkunjung ke rumah Niok Sora, maestro Nolam yang tinggal di Desa Pulau Baghu, Rumbio. Itu adalah kedatangan saya kali ketiga, dan selalu saja ada cerita baru yang saya peroleh. Kali ini tentang satu ...
SelengkapnyaPegang Pakai Diri
ABUAN TANDA SAYANG
Abuan Tanda Sayang Oleh Syaiful Anuar Abuan adalah istilah khas dalam budaya Melayu Riau yang digunakan pada tradisi berladang kasang (darat). Istilah ini tidak digunakan dalam tradisi bersawah atau tradisi bertanam padi sawah. Abuan dapat dimaknai sebagai tanda sayang dan kasih seorang uwak, mamak, atau ...
Selengkapnya
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau