Beranda / Telaah

Telaah

Catatan Al azhar: Sejarah atawa Dongeng?

Syahdan pada tahun 1984, seorang budayawan Riau, Ediruslan Pe Amanriza (17 Agustus 1947 – 3 Oktober 2001) menulis dan membacakan sebuah puisinya yang berjudul “Sejarah Kami”. Baris pertama sajak itu menyatakan: “Sejarah kami adalah dongeng nenek menjelang tidur”. Sebagaimana diperlihatkan dengan gegap gempita oleh karya-karya ...

Selengkapnya

Catatan Al azhar: Sastra dan Kebudayaan

Tempat sastra dalam kebudayaan Di manakah tempat sastra dalam kebudayaan? Setiap sastra adalah hasil karya manusia. Di dalam proses produksinya, sastra dijelmakan melalui aturan-aturan (konvensi) kebudayaan tertentu, yang sekaligus menjadi pintu masuk bagi khalayak untuk memahaminya. Oleh karena itu, sastra adalah artefak kebudayaan; wujudnya menggunakan ...

Selengkapnya

Catatan Al azhar: Penemuan Kembali Kepulauan Sastra Melayu

al azhar

[Tulisan ini bersumber dari versi power point yang dibentangkan dalam seminar sempena kegiatan “Revitalisasi Budaya Melayu” yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang pada tahun 2008. Versi makalahnya sudah pernah diterbitkan dalam bentuk fragmen-fragmen di laman sesawang pada tahun 2013. Kemudian, untuk merayakan ...

Selengkapnya

Catatan Al azhar: Perahu & Diri

1 Kita orang Melayu masa kini seperti ‘lupa’ pada keperluan kita menyebarkan kisah dan tindakan kepahlawanan (epik) orang/ bangsa kita, baik kepada bangsa kita sendiri, maupun kepada bangsa lain. Simaklah, setelah Hang Tuah, di jantung alam Melayu ini kini agak sukar menyebut nama besar milik ...

Selengkapnya

Catatan Al azhar: Gurindam Dua Belas & Persembahannya

gurindam dua belas

A. Mukaddimah: Raja Ali Haji & Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji lahir tahun 1809 M di Pulau Penyengat, pusat pentadbiran Kerajaan Riau-Lingga dari tahun 1813 hingga 1911 (kini: sebuah kelurahan di lingkungan Kota Tanjungpinang  Kepulauan Riau). Beliau wafat dan dimakamkan di pulau yang sama ...

Selengkapnya

Pantun

Sejarah Pakar sastra Melayu seperti Harun Mat Piah (1989) dan Ding Choo Ming (2010) memperkirakan pantun sudah dikenal sejak lebih 1500 tahun yang lalu, sebelum kedatangan Hindu di alam Melayu. Menilik keberadaannya dalam ritual-ritual magis yang masih menggunakan simbol-simbol animistik, pantun pada awalnya sangat mungkin ...

Selengkapnya

Bahasa dan Kesantunan Melayu

  berbuah kayu rindang daunnya – bertuah Melayu terbilang santunnya elok kayu karena daunnya – elok Melayu karena santunnya (Tenas Effendy: Kesantunan Melayu, 2010:1) Dalam budaya Melayu, kesantunan berkait-kelindan dengan persoalan aib/malu, adab, dan adat. Ketidaksantunan sama dengan membuka aib, tidak beradab, dan melanggar adat. ...

Selengkapnya

Kepemimpinan Melayu Solusi Krisis Kepemimpinan

drh. H. Chaidir, MM

Berbagai krisis yang tengah kita hadapi sekarang ini, yakni krisis ekonomi, politik, disintegrasi, moral, kepercayaan, budaya, lingkungan dan sebagainya, jika tidak dikatakan bermula dari, setidaknya, berkorelasi erat dgn krisis persepsi kepemimpinan (Sidik Priadana, 2013:2)   Selengkapnya :  

Selengkapnya

Tak Tenas Hilang di Dunia

Pengantar  Hampir setahun almarhum Tengku Nasaruddin Said Effendy atau Tenas Effendy meninggalkan kita. Beliau yang dilahirkan di Dusun Tanjung Malim, Pelalawan, Riau pada 9 November 1936, berpulang ke haribaan Allah, di Pekanbaru pada 28 Februari 2015 dalam usia 78 tahun. Sebagai tokoh terbilang di Alam ...

Selengkapnya

Semarak Idealisme dan Potensi Anak Rumpun

mohd. raman daud

Setakat manakah sumbangan rumpun Melayu kepada kemajuan jagat? Kita belum pernah mendengar tokoh Melayu yang menerima Hadiah Nobel, saintis atau pereka (inventor) yang hebat. Padahal, rumpun Melayu dilaporkan lebih 300 juta jiwa di rantau ini saja.       Selengkapnya…

Selengkapnya