Beranda / Matabudaya / Pantun Melayu Tahun 1848 (2)

Pantun Melayu Tahun 1848 (2)

Pengantar:

Selain yang sudah dimuat sebelumnya [Lihat: Pantun Melayu Tahun 1848 1], pada halaman 182 The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia Volume II No. 1 Edisi Januari 1848 itu ada pula 11 bait pantun berkait. Pantun berkait ialah pantun yang larik (baris) kedua dan keempat bait di atasnya digunakan sebagai larik (baris) pertama dan ketiga bait di bawahnya. Jadi, keseluruhan bait pantun tersebut sambung-sinambung, menyerupai rangkaian matarantai. (AA)

 

(Foto: AA)

 

ALIH AKSARA PANTUN-PANTUN MELAYU

(MALAY PANTUNS dalam The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia Volume II No. 1, Januari 1848, p. 182)

tali bayar di daun pisang
batang sena di bunga raya
kain basah kering di pinggang
karena tidak daya upaya

batang sena di bunga raya
patah selasih di dalam puan
karena tidak daya upaya
mintaklah kasih padamu tuan

patah selasih di dalam puan
sayang pedada buah pedada
mintalah kasih padamu tuan
kalaukan ada katakan ada

sayang pedada buah pedada
ulah berembang jatuh ke paya
kalaukan ada katakan ada
janganlah bimbang hatinya sahaya

berembang jatuh ke paya
jatuh ke taman banjaransari
janganlah bimbang di hati sahaya
duduk bercinta sehari-2

jatuh ke taman banjaransari
rebab serahi di dalam puan
duduk bercinta sehari-2
sebab birahi padamu tuan

rebab serahi di dalam puan
pandan pudak tambah di gangsa
sebab birahi padamu tuan
badan mena(ng)gung tidak kuasa

pandan pudak tambah di gangsa
ikan disambar si burung bangau
badan menanggung tidak kuasa
di mana duduk di mana termangu

ikan disambar si burung bangau
jatuh ke pohon nagasari
di mana duduk di mana termangu
gila dan mabuk sehari-2

jatuh ke pohon nagasari
belah bemban di padang temu
gila dan mabuk sehari-2
sebab dendam tidak bertemu

belah bemban di padang temu
laksemana berladang lada
sebab dendam tidak bertemu
bagaikan belah rasanya dada

Lihat Juga

Marsden dan Pantun Melayu (tahun 1812)

Pengantar William Marsden (1754-1836), seorang linguis dan sejarawan Inggris, adalah ilmuwan pioneer untuk kajian Nusantara. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!