Beranda / Matabudaya

Matabudaya

Pandan

Pandananus spp. Tumbuhan ini mencakup sekitar 600 spesies yang bervariasi dalam ukuran mulai dari semak kecil setinggi kurang dari 1 m (3,3 kaki), hingga pohon menengah setinggi 20 m (66 kaki), biasanya dengan kanopi luas, buah berat, dan tingkat pertumbuhan sedang. Batangnya kokoh, bercabang lebar, ...

Selengkapnya

Resam

resam

  Dicranopteris linearis; Gleichenia linearis (Burnm.). Resam tergolong dalam jenis tumbuhan pakis-pakisan yang berukuran besar. Resam dapat ditemui tumbuh liar di tebing-tebing atau pegunungan. Sifatnya yang mudah tumbuh dan menyebar menyebabkan resam sering dianggap sebagai gulma yang menghambat pertumbuhan tanaman lain. Resam memiliki rimpang (umbi-akar) ...

Selengkapnya

Ribu-ribu

  Lygodium flexuosum; spesies serupa Lygodium microphyllum dan Lygodium japonium (Thumb.). Jenis paku panjat yang batangnya ramping, tumbuh sepanjang tahun, dengan rimpang (akar umbi) yang merayap pendek. Daunnya kecil-kecil, sebagian tidak mengandung spora, sebagian lagi mengandung spora. Semua jenisnya memiliki kemampuan untuk tumbuh tak terbatas, ...

Selengkapnya

Tepuk Tepung Tawar

Melayu Riau itu terbentuk dari keanekaragaman suku, puak, dan kaum yang sekarang berhimpun di walayah geografis yang bernama Provinsi Riau. Ada dua kelompok besar masyarakat adat di Riau ini. Yang pertama adalah kelompok masyarakat adat yang adatnya berhulu kepada Datuk Perpatih Nan Sebatang atau yang ...

Selengkapnya

Kekabu

Ceiba pentandra (L.) Gaertn. Kekabu atau kabu-kabu adalah nama pohon penghasil kapuk, atau lazim juga disebut sebagai pokok kapuk. Sebutan ‘kekabu puteh’ di Perak (Malaysia) merujuk pada pohon kekabu yang menjadi tanda perbatasan antara Perak dan Pattani (Thailand Selatan). Kekabu sangat berharga di masa lalu. ...

Selengkapnya

Puding

Codiaeum variegatum. Puding adalah tanaman hias pekarangan. Di masa lalu, orang Melayu di kampung-kampung menjadikan puding sebagai tanaman pagar atau tanaman hias di pekarangan. Sebagaimana tergambar dalam karya Tenas Effendy, Ungkapan Tradisional Melayu Riau (1989). Apa tanda kampung halaman Rumah tegak atur-beratur Rumah besar berumah ...

Selengkapnya

Suling; Seruling

    Suling adalah alat musik yang terbuat dari buluh atau bambu, dan dimainkan dengan cara ditiup (aerophone). Salah satu ujung buluh ditutup dan satunya dibiarkan terbuka. Suling memiliki tujuh lubang di batang tubuhnya; satu sebagai lubang untuk menghembuskan udara, dan enam lubang di bagian ...

Selengkapnya

Zapin

Pengertian dan Ikhtisar Sejarah Zapin adalah seni pertunjukan yang memadukan tari dan musik. Di Riau, seni Zapin pada awalnya tumbuh di lingkungan kerajaan Siak, sebagai hasil interaksi antara elit-elit istana dengan orang dan atau pedagang Arab yang datang ke kerajaan itu. Alkisah, pada suatu hari ...

Selengkapnya

Kayat

  Kayat adalah sastra lisan yang berkembang dalam masyarakat di Kuantan Singingi, Riau. Secara etimologis, kata “kayat” merupakan pengucapan untuk kata hikayat dalam bahasa Melayu Riau dialek Kuantan. Kayat disampaikan oleh seseorang yang disebut tukang kayat. Lazimnya, tukang kayat adalah laki-laki, meskipun perempuan pun boleh ...

Selengkapnya

Marwas

marwas

  Marwas (yang juga disebut meruas, merwas, atau marawis), adalah alat musik jenis gendang (drum) yang berfungsi sebagai pengatur rentak atau tempo dalam musik iringan tari Zapin. Sebagai pengatur tempo, gendang marwas digunakan bersama alat musik gambus selodang sebagai pembawa melodinya. Untuk Dalam ansambel musik ...

Selengkapnya
error: Content is protected !!