Beranda / Telaah / Catatan Al azhar: Penemuan Kembali Kepulauan Sastra Melayu
al azhar

Catatan Al azhar: Penemuan Kembali Kepulauan Sastra Melayu

Dugaan tersebut tersingkap pada periode kesejarahan sastra Indonesia berikutnya: Pujangga Baru. Kelompok cendekiawan Pujangga Baru terbelah dalam dua pilihan orientasi ‘ke-Indonesia-an’: Barat atau Timur. Munculnya pilihan orientasi ke Barat tentulah buah dari benih yang disemai pada periode sebelumnya: Balai Pustaka. Sedangkan menguatnya pilihan ke Timur adalah bentuk kesadaran tentang kenyataan-kenyataan kebudayaan sendiri yang terbiar, atau lingkungan kebudayaan ‘lain’ yang relatif dekat dengan kita. Polemik antara kedua pilihan itu berakhir terbuka. Dengan akhir yang terbuka itu, Pujangga Baru seolah mengirimkan pesan: ‘kebaruan’ tidak selalu wujud dalam bentuk peniadaan terhadap ‘yang lama’; kebaruan adalah ihwal sikap, pendekatan, pengambilan sudut dan cara pandang terhadap gejala-gejala.

Bagikan

Lihat Juga

Catatan Sita Rohana: Tun Teja, Tun Irang dan Tukang Cerita

  (Ditulis dan dikembangkan dari bahan presentasi Zoominar Sembang Alam Melayu #4 yang diselenggarakan oleh ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!