Jumlah penepuk tepuk tepung tawar harus ganjil, tidak boleh genap, karena ganjil melambangkan keseimbangan. Sebagaimana tergambar dalam ungkapan Melayu, kalau genap tanda kurang, bila ganjil tanda berlebih. Istilah lainnya adalah, kurang menurut adat, berlebih menurut syarak. Dengan kata lain bilangan yang ganjil menunjukkan bilangan yang sempurna. Bilangan tiga mempunyai satu bagian di kanan, satu di bagian kiri, dan satu lagi di tengah. Seimbang. Tidak berat sebelah. Begitu juga dengan bilangan ganjil lainnya. Menurut hakikatnya, satu yang di tengah merujuk pada Yang Maha Kuasa, yang menyiratkan penyerahan diri pada-Nya dan harapan agar yang ditepuk tepung tawari mendapat berkah.
Tags budaya film melayu riau tepuk tepung tawar video
Lihat Juga
Semah Terubuk – J. S. G. Gramberg
Pengantar penerjemah Pada tahun 1877, seorang pegawai pemerintah kolonial Hindia-Belanda bernama J. S. G. ...
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau