Beranda / Orang Patut / Riwayat Hidup Singkat Almarhum Tuan Brigjen TNI (Purn) H. Arifin Achmad

Riwayat Hidup Singkat Almarhum Tuan Brigjen TNI (Purn) H. Arifin Achmad

Pada waktu itu, almarhum Brigjen TNI (Purn) H. Arifin Achmad, sudah berpikir bahwa posisi adat sangat penting dalam pembangunan manusia yang tidak bisa hanya dibina dengan material. Bandingkan kenyataan ini dengan pernyataan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang baru memposisikan adat pada tahun 1997 atau 27 tahun setelah almarhum Brigjen TNI (Purn) H. Arifin Achmad mencetuskan Lembaga Adat Daerah Riau. Tentulah secara kebetulan pula kalau hari adat dunia, jatuh bersamaan dengan hari saat provinsi ini merayakan hari jadinya yakni 9 Agustus.

Melalui Lembaga Adat Daerah Riau yang kemudian bernama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), almarhum meminta berbagai pemikiran, bahkan mengambil langkah nyata dalam berbagai pembangunan seperti pembangunan anjungan Riau di Taman Mini Indonesia, inventariasi adat pernikahan, pakaian, dan etika Melayu. Dia mengingatkan bahwa keragaman adat di Riau sebagai suatu keniscayaan yang merupakan kekayaan tersendiri. Dari sistem kekerabatan saja misalnya, daereah ini tidak saja menganut patrilineal, tetapi juga materilineal, yang justeru saling mengisi. Tak pelak juga kalau dari awal, lembaga ini menganut sistem konferadasi—otonomi adat. Memang demikianlah sifat kebudayaan, tidak pernah memusat, tetapi justeru memberi aksentuasi tindakan berdasarkan muatan tempatan.

Dengan demikian, adat juga adalah sesuatu yang tidak membatu, membeku, apalagi kematu. Adat akan dinamis, apalagi adat Melayu Riau yang senantiasa membuka diri pada perubahan, selain pada adat sebenar adat karena landasannya tidak akan berubah yakni al-Qur’an dan hadis. Oleh karenanya pulalah, kita masih bisa menikmati adat dan membicangkannya sampai sekarang dan bila-bila masa saja. Dan almarhum Brigjen TNI (Purn) H. Arifin Achmad, telah menjadi indra untuk ini semua, bukan sekedar membangkitkan batang terendam sebagaimana diinginnya pada awal, karena apa yang dilakukannya tidak lain sebagai upaya pemuliaan manusia dan tentu saja akan terus hidup selagi manusia itu masih wujud. Alhamdulillah.

 

====

JENJANG KARIER

1) Kion (jurutulis Riau Tjokan Somubucha, Pekanbaru, 1943-1945

2) Djokyo (guru bantu) di Sekolah Guru Sei Gakku, Batusangkar (1945)

3) Kepala Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Mayor,  10/11/45 – 8/3/46

4) Komandan Batalyon IV, Pekanbaru,  Mayor,1947

5) Kepala Staf Resimen V Indragiri, Rengat, Mayor, 9/7/1947 – 17/10/1948

6) Komandan Batalyon I , Pekanbaru, Kapten, beberapa bulan

7) Komandan Batalyon I (Mobile Troop I) di daerah Grilya Riau Utara, Kapten, 1950

8) Kepala Staf Kompi Batalyon, Pekanbaru, Kapten, 1950

9) Koordinator A/C Sumatera Terr/ BA/SEL, Pangkalpinang, Bangka Belitung

10) Hakim Perwira meangkap Komandan Batalyon E, Resimen Infantri VI, 17/9/1953

11) Kepala Staf KMKB, Palembang, 1957 – 1958

12) Ps Kepala Staf Resimen VI Tanjungkarang

13) Komandan Rinif Kodam IV/ SWJ tahun 1963

14) Asisten III Pangkoanda Sumatera merangkap Ketua G3 Platukoanda Sumatera, Medan, 16/12/1964 – 1 Oktober 1966

15) Pamen diperbantukan pada Kemendagri dan careteker Gubernur Riau, lima bulan.

16) Pjs Gubernur Riau, 3 Maret 1967.

17) Gubernur Riau, 4 Maret 1967 – 1978

 

Lihat Juga

Sutardji Calzoum Bachri

Sutardji Calzoum Bachri (SCB) lahir di Rengat, Riau, 24 Juni 1941 dari pasangan Mohammad Bachri ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!