Beranda / Matabudaya / Syair Ikan Terubuk

Syair Ikan Terubuk

8 Makalah H. M. J Maier dan G. L. Koster untuk kolokium tahun 1983 itu kemudian diterbitkan pada tahun 1986, dengan judul “A fishy story: exercises in reading the Syair Ikan Terubuk,” dalam buku yang disunting oleh C.D. Grijns dan S.O. Robson, Cultural contact and textual interpretation, hal. 204-18. Dordrecht/ Cinnaminson: Foris. [KITLV, Verhandelingen 115]. Sedangkan revisi oleh Koster menjadi sebuah bab disertasinya yang kemudian terbit pada tahun 1997, berjudul Roaming through Seductive Gardens, Leiden: KITLV Press. Versi makalah tentang Syair Ikan Terubuk telah diterjemahkan oleh Al azhar dan diterbitkan dalam buku Kandil Akal di Pelantar Budi (Al azhar dan Elmustian Rahman, 2001: 269-98) terbitan Yayasan Kata Pekanbaru. Sedangkan keseluruhan disertasi Koster diterjemahkan oleh Sita Rohana dan Al azhar, dan diterbitkan pada tahun 2011 oleh P2KK Univ. Riau Pekanbaru dan KITLV Jakarta, dengan judul Mengembara di Taman-taman yang Menggoda: pembacaan naratif Melayu.

9 Kajian mutahir tentang Syair Perang Mengkasar, Syair Perang Menteng, Syair Sultan Maulana, dan Syair Perang Siak, lihat Koster (1997/ 2011).

10 Sejarah Raja-raja Melayu (Cod.Or. 7304) koleksi Perpustakaan Universitas Leiden. Naskah ini merupakan kronik silsilah yang pada bagian awalnya mirip dengan salah satu versi Sejarah Melayu. Kisahnya kemudian bergeser ke sejarah keluarga diraja Siak hingga ke puncak kekuasaan salah seorang keturunannya yang hidup di pengasingan, yaitu Raja Akil, sebagai Sultan Sukadana (1827-1849); lihat Goudie 1989: 36, dan Roolvink 1967: 309. Naskah ini kemudian menjadi dasar buku suntingan Mohammad Yusoff Hashim (1992) berjudul Hikayat Siak (Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka).

11 E. Netscher. 1870. De Nederlanders in Djohor en Siak 1602 tot 1865 [Orang-orang Belanda di Johor dan Siak tahun 1602-1865]. Batavia: Bruining & Wijt. [Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap XXXVI].

12 Lihat Syair Perang Siak bait 232 baris c-d dan bait 233 baris a-b, dalam D. J. Goudie (1989), Syair Perang Siak: A Court Poem Presenting the State Policy of a Minangkabau-Malay Royal Family in Exile. Kuala Lumpur: Art Printing Works.

13 Hang Kafrawi. 2002. Syair Ikan Terubuk. Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau, 2002.

14 Syair Ikan Terubuk: tinjauan teks, peristiwa kelisanan, dan struktur upaya-upaya dialog dengan teks simbolik-romantik. Pekanbaru: Unri Press, 2003; dan Syair Ikan Terubuk: rekonstruksi sejarah Melayu Riau abad ke-17 dan 19 dan Implikasinya bagi Provinsi Riau. Pekanbaru: Kerjasama Balitbang Prov. Riau, Balai Pengkajian dan Pelatihan, Disbudsenipar Prov. Riau.

 

 

Lihat Juga

Pantun Melayu Tahun 1848 (2)

Pengantar: Selain yang sudah dimuat sebelumnya [Lihat: Pantun Melayu Tahun 1848 1], pada halaman 182 ...

Satu komentar

  1. Syair Ikan terubuk sungguh luar biasa, meskipun berbeda-beda versi tetapi tetap saja membawa cerita lama yang bermanfaat bagi generasi kekikian. nilai budaya dan khazanah kekayaan lokal sungguh pekat terasa. semoga tidak hilang ditelan masa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!