Beranda / Telaah / MUKHLIS PAENI: TENAS EFFENDY, “PENUTUR MADAH SEPANJANG ZAMAN“

MUKHLIS PAENI: TENAS EFFENDY, “PENUTUR MADAH SEPANJANG ZAMAN“

Yang menarik ialah bahwa Raja Ali Haji adalah seorang bangsawan Melayu keturunan Bugis, sementara di Makassar, penulis 12 jilid I La Galligo adalah bangsawan Bugis keturunan Melayu. Keduanya secara tidak sengaja menggunakan angka 12 sebagai ikon, dan keduanya adalah simbol intelektualitas Melayu-Bugis. Jadi sesungguhnya Indonesia, Melayu adalah simbol budaya; simbol intelektualitas; bukan simbol politik. Karena itulah warisan Pak TE yang paling berharga adalah madah tentang perlunya seseorang mencari ilmu pengetahuan, sebab ilmu pengetahuan adalah harta yang tak ternilai harganya dan tak lekang termakan zaman.

Bagikan

Lihat Juga

HUTAN TANAH: Kedaulatan Marwah dan Tata Kelola Ruang Masyarakat Melayu Riau

Oleh Syaiful Anuar “Hutan Tanah” adalah frasa yang lahir dari rahim tradisi, kemudian mengkristal menjadi ...