Beranda / Syahdan / Petuah Amanah LAMR, Sempena penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

Petuah Amanah LAMR, Sempena penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

Pertama, pengembalian hak masyarakat adat Melayu Riau atas hutan-tanahnya. Sejak setengah abad yang lalu kekuasaan masyarakat adat atas hutan-tanahnya ‘dilucuti’. Itulah punca dari keterpinggiran mereka. Kini, beberapa kebijakan nasional, seperti Perhutanan Sosial (PS) dan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), membuka celah yang lebih lebar untuk upaya-upaya mengembalikan hutan-tanah itu kepada mereka; baik sebagai modal untuk mengejar ketertinggalan keekonomian mereka, maupun untuk kelestarian jati diri yang terbentuk dari hubungan harmonis mereka dengan alam.

Kedua, pengarus-utamaan nilai-nilai asas budaya Melayu. Penanaman kembali nilai-nilai itu kepada generasi muda ditempuh melalui Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau di sekolah-sekolah kita, mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas sederajat. Pembelajaran nilai-nilai asas itu menyokong pembentukan karakter positif, berintegritas dan berjati diri sebagai modal penglibatan ‘anak-anak Riau’ dalam kemajuan peradaban dunia. Berbagai ekspresi simbolik budaya Melayu Riau di ruang umum juga perlu kembali digalakkan untuk memperkuat roh dan memperjelas wajah negeri ini sebagai negeri Melayu.

Ketiga, pemajuan kebudayaan yang terencana dan diterapkan dengan praktik-praktik terbaik (best practices). Pada tanggal 3 Juli 2019, Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau yang disusun LAMR sudah diseminarkan. Dari seminar itu diperoleh sejumlah gagasan penyempurnaan. Tertumpang harapan, rencana induk tersebut dipedomani secara konsisten oleh pemangku kepentingan di Riau ini.

Keseluruhan agenda itu sesungguhnya seiring-sejalan dengan iltizam pembangunan berkelanjutan yang diumumkan oleh Datuk Seri Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau sebagai “Riau Hijau”.

Demikianlah. Kepada Allah jua kita berserah.
Billahi Taufiq wa l-Hidayah.
Wassalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Pekanbaru, 6 Juli 2019
(Petuah Amanah LAMR)

Lihat Juga

Anugerah Kebudayaan Kemendikbud untuk Almarhum H. Tenas Effendy

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberi Anugerah Kebudayaan kepada budayawan alam Melayu, Alm. H. Tenas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!