Beranda / Syahdan / Catatan Al azhar: Bongku

Catatan Al azhar: Bongku

Sidang daring pada 6 April 2020, Bongku berbaju oranye

 

Senin, 6 April 2020, saya memberi keterangan sebagai Saksi Ahli – dari perspektif adat pebatinan – di dalam sidang daring Pengadilan Negeri Bengkalis, untuk perkara pidana seorang Sakai, bernama Bongku. Teks di bawah adalah catatan reflektif dari sidang tersebut, ditulis jelang subuh Selasa, 7 April 2020.

Bongku (58 tahun). Lelaki Sakai Pebatinan Beringin. Menebang duapuluhan batang pohon. Sepaha orang dewasa. Di semak belukar dekat kampungnya. Suluk Bungkal. Untuk menanam ubi mengalo. Beberapa ekaliptus dan akasia liar ada di situ. Ditebangnya juga. Dan dia diantar ke penjara. Karena lahan konsesi rupanya. Meski tak ada tanda-tanda penanaman. Juga perawatan.

Bongku sudah diingatkan abangnya. Sebelum membuka lahan kurang dari sepertiga hektar. Kalau ke lokasi jangan sendiri. Sekuriti sering patroli. Kamu bisa hilang nanti. Tahu-tahu sudah di kantor polisi. Meninggalkan anak dan bini. Tapi Bongku keras hati. Sebab perut harus diisi. Hari ini dan nanti. Maka itulah yang terjadi. Di penjara Bongku kini. Sedang diadili.

Kami bertatap muka. Dalam peradilan jaringan maya. Dia di sana di kursi terdakwa. Aku di sini. Konon menjadi saksi ahli. Paras Bongku keras membatu. Tetapi mengundang iba hatiku. Mungkin dia tahu itu. Dia lempar senyum padaku. Sapaan ramah sudahlah tentu. Terasa gunung menimpaku justeru. Beban peristiwa waktu ke waktu. Beban kegagalan waktu ke waktu. Tumpukan kehilangan pemberian dunia bercelaru.

Bongku di sana. Di kursi terdakwa. Karena sebatang-dua akasia.

 

Pekanbaru, 7 April 2020

Lihat Juga

Al azhar: Selamat Jalan, Pak Jek!

  Innalillahi wainnailaihi rojiun. Riau kembali kehilangan tokohnya. Mantan Kepala Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!