Beranda / Syahdan / Petuah Amanah LAMR, Sempena penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

Petuah Amanah LAMR, Sempena penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

Pengantar: Pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu, Lembaga Adat Melayu Riau melaksanakan majelis penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Datuk Seri Setia Amanah dan Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau. Salah satu mata acara dalam majelis itu adalah Petuah Amanah Lembaga Adat Melayu Riau yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk Seri H. Al azhar. Petuah amanah tersebut semula hanya berupa pointers, yang dikembangkan secara lisan dalam gaya pidato. Pidato itu kemudian ditulis-ulang untuk keperluan khalayak yang lebih luas melalui laman sesawang lamriau.id, seperti dimuat di bawah ini. (*)

Bismillahi r-Rahmani r-Rahim. Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Alhamdulillahi Rabb al-‘alamin. As-sholatu wa s-salamu ‘ala ashrofi l-Anbiya-I wa l-mursalin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Yang terhormat, Tuan dan Puan Forkompimda Riau, Pimpinan DPRD Provinsi Riau, Ketua MUI Riau, para Bupati/Walikota dan Pimpinan DPRD Kab/Kota se Riau;
Yang mulia, para raja, sultan, pimpinan kekerabatan diraja, Datuk Seri Ketua Umum DPH LAMR, dan Datuk-datuk Seri pimpinan LAM Riau Kab/Kota;
Yang terhormat, para pimpinan paguyuban dan pimpinan himpunan kekerabatan;
Yang istimewa, Datuk Seri Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau;
Yang terhormat, jemputan sekalian, yang datang dari jauh dan dekat, dari laut dan darat, yang jauh dijemput dengan surat, yang dekat dihantarkan tepak, yang besar tak dihimbau gelar, yang kecil tak disebut nama, yang berhimpun pepat di majelis ini.

Pertama-tama, mari bersyukur kepada Allah atas nikmat tak terkira yang diberikan-Nya kepada kita, termasuk nikmat mempertemukan kita di majelis ini: Alhamdulillahi Rabb al-‘alamin. Shalawat teriring salam kita anjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad. Assalamu ‘alaika ya Rasulullah. Semoga kita beroleh syafa’at dari beliau kelak di yaumi l-akhir.

Jemputan majelis yang terhormat
Kita baru saja melaksanakan prosesi penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Datuk Seri Setia Amanah dan Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau. Warkah dibendangkan, tanjak dipasang di kepala, keris disisipkan di pinggang kiri, dan selempang dikenakan menyilang dari bahu kanan ke pinggang kiri. Dengan itu, masyarakat adat Melayu negeri ini mempersembahkan kehormatan, kekuatan dan kekuasaan, serta kebesaran yang berhulu keluhuran “Adat bersendi syara’, Syara’ bersendi Kitabullah”; pegang-pakai kita turun-temurun, sejak berabad lampau.

Kehormatan, kekuasaan, dan kebesaran yang memancar dari akalbudi, menjulangkan tuah, martabat, dan marwah adat kita. Kehormatan, kekuasaan, dan kebesaran yang sepatutnya dibela-pelihara oleh penerimanya dan semua kita masyarakat adat Melayu negeri ini. Kehormatan, kekuasaan, dan kebesaran yang tak boleh diusik-usik, dicederai, apalagi direndahkan dan dihinakan, baik dengan dengan kata maupun perbuatan; sebab pertaruhannya adalah nyawa: biar mati anak, jangan mati adat.

Jemputan majelis yang terhormat
“Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat dan Timbalan Setia Amanah” adalah gelar yang diamanatkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga LAMR. Di dalamnya terkandung sejumlah pengertian. Antara lain, bahwa dwitunggal pemimpin pemerintahan provinsi ini, secara kelembagaan dijulangkan sebagai kemuncak payung panji dan pucuk jala pumpunan tali masyarakat adat sekotah negeri: puncak penaung adat dari hujan yang melapukkan dan dari panas yang melekangkan; simpul dari mana temali disirat menjadi buhul-buhul pengembangan harmoni sosial, dan kemana ia memusat.

Dengan sebutan dan pengertian itu, penerimanya memangku sekurang-kurangnya dua harapan utama: ketaat-setiaan melaksanakan amanah sebagai pemimpin formal pemerintahan, dan keikhlasan menjalankan peran menyokong penuh kelestarian adat yang oleh orang tua-tua kita digambarkan sebagai:

pohon besar di tengah padang
dari jauh mula nampak,
dari dekat mula bersua,
rimbun daunnya tempat berteduh,
kokoh batangnya tempat bersandar,
kuat dahannya tempat bergantung,
teguh akarnya tempat bersila,
tempat beramu besar dan kecil…

Datuk Seri Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah, serta jemputan majelis yang terhormat
Menjalankan peran sebagai pemimpin sebagaimana yang diharapkan itu tidaklah mudah. Lebih-lebih di masa kini, di saat suasana kejiwaaan masyarakat adat Riau yang serba bimbang didera kumulasi pengalaman peminggiran, kekalahan mempertahankan hutan-tanah pusaka dari perlucutan struktural, pencemaran nilai dan norma seiring perubahan deras lingkungan dan komposisi demografi, timbunan ampas dari salah-cerna dan salah-guna kemajuan teknologi maklumat dan komunikasi, merebaknya narkoba sampai ke ceruk-ceruk kampung, kelembaman pendidikan modern membangun kesadaran diri serta watak yang tangguh dan berintegritas, dan lain sebagainya.

Lihat Juga

Pak UU dan Ingatan Budi

Senang hati karena bertemu Pak UU Hamidy masih terasa sampai pagi ini. Ia datang dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!