Beranda / Matabudaya / Suling; Seruling

Suling; Seruling

 

Suling Melayu (Foto: AS)

 

Suling adalah alat musik yang terbuat dari buluh atau bambu, dan dimainkan dengan cara ditiup (aerophone). Salah satu ujung buluh ditutup dan satunya dibiarkan terbuka.

Suling memiliki tujuh lubang di batang tubuhnya; satu sebagai lubang untuk menghembuskan udara, dan enam lubang di bagian bawah sebagai penghasil nada. Panjang suling tradisional kira-kira 35-40 cm, dengan diameter sekitar 2,5-3 cm.

Suling merupakan alat musik mula yang tersebar luas di alam Melayu, sebagaimana tergambar dalam manuskrip Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Abdullah.

Tangga-nada suling: C – D – E – F – G – A – B – C. Tangga nada ini diperoleh dengan menutup dan membuka lubang nada dengan jemari tangan. Jemari tangan kanan (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis) untuk tiga lubang bagian atas dan jemari tangan kiri (jari telunjuk, jari tengah, dan kelingking) untuk tiga lubang bagian bawah. Untuk menghasilkan nada C, seluruh jemari tangan menutup keenam lubang nada. Jika hanya jari manis tangan kanan menutup lubang paling bawah, maka akan menghasilkan nada D. Jika jari manis dan jari tengah kanan dibuka, maka hasilnya nada E. Jika jari manis, jari tengah dan jari telunjuk tangan kanan membuka, hasilnya adalah nada F. Jika jari manis, jari tengah, jari telunjuk kanan, dan jari manis tangan kiri membuka, akan dihasilkan nada G. Jika jari manis, jari tengah, jari telunjuk tangan kanan, dan jari manis, jari tengah tangan kiri membuka, maka hasilnya nada A. Jika jari manis, jari tengah, jari telunjuk tangan kanan, dan jari manis, jari telunjuk tangan kiri membuka, akan diperoleh nada B. Jika membuka semua lubang nada hasilnya adalah nada C oktaf tinggi.

Seorang pemain suling yang handal dan profesional akan dapat memainkan dua oktaf tangga-nada.

Untuk menghasilkan nada lembut (oktaf rendah), suling harus ditiup dengan lemah-lembut pada lubang mulut dari pembuluh dengan menutup lebih lebih sedikit tenaga, sedangkan bunyi yang dihasilkan untuk nada oktaf tinggi dilakukan dengan cara meniup dan menutup lubang lebih keras (bertenaga).

Suling - seruling
Beragam Suling (Foto: Aristofani)

Suling dalam permainan musik tradisi biasanya hanya mempunyai satu tangga-nada, yaitu  nada-dasar C saja.

Sekarang, suling dipakai untuk permainan pada ensambel/ orkes, seperti orkes gambus (qasidah) dan orkes Melayu Dangdut. Oleh karena itu suling dibuat dengan beberapa tannga-nada, bahkan seluruh tangga-nada yaitu sebanyak 12 (duabelas) suling. Ukuran sulingnya pun dapat dibuat beragam dengan panjang yang bervariasi serta diameter yang disesuaikan dengan keperluan permainan suling. Misalnya, jika menghendaki nada-nada yang rendah, dibuat suling yang lingkarannya agak besar; dan sebaliknya, jika menghendaki nada-nada yang tinggi melengking dibuat diameter lingkarannya semakin kecil.

Walaupun sederhana, suling menghasilkan nada-nada atau melodi yang secara tradisi diinterpretasikan sebagai suara kemurungan, jiwa sedih, keriangan, atau kerinduan. Karena itu, ada kisah-kisah tentang kata petunang atau buluh perindu, kuasa gaib yang membuat seorang perempuan menjadi gila karena merindu lelaki peniup suling.

Selain itu, suling juga dapat memainkan nada-nada “tipis” di antara nada-nada baku yang terdapat dalam teori musik umum. Misalnya, antara nada E dan nada F suling dapat membuat nada yang umumnya tidak dapat dibuat oleh alat musik melodi seperti piano, organ, akordion, dan alat-alat musik melodi jenis lainnya. (ZA/ SR)

Lihat Juga

Gambus Selodang

Gambus adalah salah satu alat musik chordophone (bunyi yang dihasilkan oleh dawai), yang dibunyikan dengan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *