Beranda / Matabudaya / Ribu-ribu

Ribu-ribu

ribu-ribu
Ribu-ribu (Foto: Wiwik Sumarti, S.Pd.I, M.Pd)

 

Lygodium flexuosum; spesies serupa Lygodium microphyllum dan Lygodium japonium (Thumb.). Jenis paku panjat yang batangnya ramping, tumbuh sepanjang tahun, dengan rimpang (akar umbi) yang merayap pendek. Daunnya kecil-kecil, sebagian tidak mengandung spora, sebagian lagi mengandung spora. Semua jenisnya memiliki kemampuan untuk tumbuh tak terbatas, kadang mencapai panjang beberapa meter. Ribu-ribu merayap dan memanjat pada tanaman lain sebagai tempat tumbuhnya.

Daya tumbuhnya yang invasif menyebabkan masalah lingkungan. Ribu-ribu dianggap merusak ekosistem lahan basah dan membahayakan spesies yang terancam punah, karena ia dapat menutup seluruh komunitas tanaman dan mengurangi keanekaragaman tanaman asli. Ribu-ribu juga dianggap menimbulkan masalah bagi kebakaran, baik yang alami maupun buatan manusia, karena dapat menyebabkan api masuk ke kanopi pohon dan membunuh pohonnya.

Akan tetapi, ribu-ribu juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional, terutama daunnya. Daun dari jenis Lygodium flexuosum sering dipakai untuk menyembuhkan rematik, terkilir, kudis, bisul, eksim, luka, dan diare. Untuk diare, daun ribu-ribu ditumbuk dengan empu kunyit. Sedangkan daun dari jenis Lygodium japonium (Thumb.) digunakan sebagai ekspektoran (obat batuk).

Lygodium flexuosum (Foto: Flickr)

Meskipun belum ada kajian toksisitas untuk pakis jenis ini, sejumlah jenis pakis mengandung karsinogen sehingga disarankan untuk berhati-hati dalam pemanfaatannya. Banyak pakis juga mengandung thiaminase, suatu enzim yang merampas kompleks vitamin B dalam tubuhnya. Dalam jumlah kecil, enzim ini tidak akan membahayakan orang yang makan-makanan yang cukup yang kaya akan vitamin B, meskipun dalam jumlah besar dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah. Enzim dihancurkan oleh panas atau pengeringan menyeluruh, jadi memasak tanaman akan menghilangkan thiaminase.

Sekarang ini, ribu-ribu juga dimanfaatkan sebagai pengendali hama pada fase generatif, khususnya terhadap serangan hama penggerek batang, pianggang (walang sangitLeptocorisa oratorius), dan hama lainnya. Cara penggunaannya sebagai pengendali hama yaitu dengan menaburkan daun ribu-ribu pada lahan pertanaman padi ketika fase bunting. Aroma ribu-ribu yang terendam air dapat mencegah kunjungan hama-hama tersebut.

Ribu-ribu sering dijadikan tanaman hias karena kemampuan tumbuhnya yang cepat menutupi struktur yang tidak sedap dipandang dan memberikan keteduhan untuk tanaman lain.

Secara kultural, ribu-ribu memiliki peran dalam tradisi Tepuk Tepung Tawar, yaitu dengan memanfaatkan batangnya sebagai pengikat daun perenjis. Nama “ribu-ribu” menyiratkan harapan agar prosesi yang dilaksanakan memiliki beribu-ribu kebaikan. (SR)

 

Referensi:

Mannan, M.M., M. Maridas, dan B. Victor. 2008. “A Review on the Potential Uses of Ferns”, Ethnobotanical Leaflets 12: 281-285.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Lygodium_microphyllum
http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Lygodium+flexuosum
http://balittra.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1299&Itemid=66
http://idtools.org/id/fnw/factsheet.php?name=14634
Wiwik Sumarti, S.Pd.I, M.Pd. (informan)

Lihat Juga

Kekabu

Ceiba pentandra (L.) Gaertn. Kekabu atau kabu-kabu adalah nama pohon penghasil kapuk, atau lazim juga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!