Beranda / Matabudaya / Ribu-ribu

Ribu-ribu

Sekarang ini, ribu-ribu juga dimanfaatkan sebagai pengendali hama pada fase generatif, khususnya terhadap serangan hama penggerek batang, pianggang (walang sangit – Leptocorisa oratorius), dan hama lainnya. Cara penggunaannya sebagai pengendali hama yaitu dengan menaburkan daun ribu-ribu pada lahan pertanaman padi ketika fase bunting. Aroma ribu-ribu yang terendam air dapat mencegah kunjungan hama-hama tersebut.

Ribu-ribu sering dijadikan tanaman hias karena kemampuan tumbuhnya yang cepat menutupi struktur yang tidak sedap dipandang dan memberikan keteduhan untuk tanaman lain.

Secara kultural, ribu-ribu memiliki peran dalam tradisi Tepuk Tepung Tawar, yaitu dengan memanfaatkan batangnya sebagai pengikat daun perenjis. Nama “ribu-ribu” menyiratkan harapan agar prosesi yang dilaksanakan memiliki beribu-ribu kebaikan. (SR)

Bagikan

Lihat Juga

Semah Terubuk – J. S. G. Gramberg

  Pengantar penerjemah Pada tahun 1877, seorang pegawai pemerintah kolonial Hindia-Belanda bernama J. S. G. ...