Beranda / Matabudaya / Pandan

Pandan

Pandanus tectorius (Foto: flikr)

Pandananus spp. Tumbuhan ini mencakup sekitar 600 spesies yang bervariasi dalam ukuran mulai dari semak kecil setinggi kurang dari 1 m (3,3 kaki), hingga pohon menengah setinggi 20 m (66 kaki), biasanya dengan kanopi luas, buah berat, dan tingkat pertumbuhan sedang. Batangnya kokoh, bercabang lebar, dan dikelilingi pelepah daun. Kadang-kadang tumbuhan dewasa dapat memiliki cabang. Pandan tumbuh berumpun, berdaun panjang, ada yang berduri dan tanpa duri. Pandan tumbuh di tanah-tanah lembab dan berair. Di beberapa tempat, terdapat variasi penamaan, yang daunnya harum disebut pandan wangi, sedangkan yang berduri dan digunakan untuk anyaman disebut dengan pandan (pandan anyam), dan yang daunnya lebar dan tebal disebut mengkuang. Meskipun antara pandan dan mengkuang sama-sama bersiluet V, namun pada mengkuang kedua tepinya rata. Akar pandan membentuk saluran piramidal sebagai penahan batang. Akarnya bersifat adventif dan sering bercabang.

Tumbuhan ini memiliki bunga jantan dan betina yang diproduksi pada tanaman yang berbeda. Bunga-bunga pohon jantan panjangnya 2-3 cm (0,79-1,18 in) dan harum, dikelilingi oleh daun pelindung putih. Pohon betina menghasilkan bunga dengan buah bulat yang juga dikelilingi oleh daun pelindung. Buah individu berbiji dan bergabung membentuk buah ganda dengan struktur gumpalan, 10-20 cm (3,9-7,9 in), menyerupai buah nanas. Biasanya, buah berubah dari hijau menjadi oranye terang atau merah saat matang. Buah-buahan dapat bertahan di pohon selama lebih dari 12 bulan.

Tumbuhan ini tumbuh dari permukaan laut hingga 3.300 mdpl (10.800 kaki). Pohon pandan memiliki nilai budaya, kesehatan, dan ekonomi di Asia Tenggara, nomor dua setelah kelapa. Perkembangbiakan alami dari biji, tetapi masyarakat umum juga memperbanyak dengan stek cabang. Secara tradisional pandan merupakan tumbuhan yang semua bagiannya memiliki banyak kegunaan.

Pandanus amaryllifolius, pandan wangi (Foto: Daruwiyati)

Daun

Pandanus amaryllifolius yang daunnya harum dan tidak berduri memiliki aroma manis mirip dengan beras wangi varietas Basmati (India), Jasmine (Thailand) dan Kaorimai (Jepang). Daunnya banyak digunakan di negara-negara Asia Tenggara untuk memberikan aroma khas pada masakan nasi, kari, dll. Karena digunakan oleh banyak negara di Asia Tenggara karena aromanya, jenis pandan ini dikenal dengan sebutan pandan wangi dan di dunia dikenal sebagai “Vanilla of Asia”.

Daun Pandanus amaryllifolius juga digunakan sebagai pewarna alami karena kandungan klorofilnya tinggi. Sari daunnya menjadi pewarna hijau untuk kuih-muih Melayu seperti kue seri muka, lupis, buah melaka (atau onde-onde), agar-agar, pulut inti, dadar, tepung gomak, dan kek pandan.

Selain itu, daun pandan jenis ini juga menjadi ramuan dalam bunga rampai untuk upacara-upacara adat yang melambangkan sifat pengasih dan penolong, meriangkan hati orang lain.

Di India, jenis ini dipakai untuk pengobatan rematik dengan merendam daunnya di dalam minyak kelapa untuk kemudian digunakan sebagai minyak balur. Sedangkan sari daun dan perbungaannya dapat digunakan untuk mengobati nyeri dada, mengurangi demam, dan peradangan pada radang sendi.

Jenis pandan Pandanus odoratissimus yang daunnya juga harum tapi berduri dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan mulut dan menghentikan pendarahan gusi. Daunnya juga digunakan untuk meredakan kram dan perut kejang, dan diberikan kepada wanita yang baru sembuh setelah persalinan, serta untuk mengatasi kulit yang terkena sengatan matahari.

Pandanus tectorius atau lazim disebut pandan anyam dan Pandanus utilis yang lazim disebut sebagai mengkuang dan daunnya lebih tebal banyak dimanfaatkan untuk membuat kerajinan anyaman seperti tikar, topi, dan keranjang.

Pandanus leram (Foto: flikr)

Buah

Pandanus utilis, Pandanus tectorius, dan Pandanus leram memiliki buah yang dapat dimakan mentah atau pun masak. Buahnya mengandung kristal kalsium oksalat yang rendah dan dapat diolah menjadi selai dan jus. Selain itu, daging buahnya mengandung Provitamin-A karotenoid yang tidak hanya berguna mengatasi kekurangan vitamin A tetapi juga dapat mencegah diabetes, jantung penyakit dan kanker. Buah pandan juga merupakan sumber vitamin C (asam askorbat), tiamin, riboflavin, dan niasin (vitamin B3).

Lihat Juga

Syair Perang Siak

[Catatan pembuka: Sebagian besar tulisan ini merupakan saduran ringkas dari kajian G.L. Koster tentang Syair ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!