Beranda / Matabudaya / Puding

Puding

(Foto: Mely Taslim)

Codiaeum variegatum. Puding adalah tanaman hias pekarangan. Di masa lalu, orang Melayu di kampung-kampung menjadikan puding sebagai tanaman pagar atau tanaman hias di pekarangan. Sebagaimana tergambar dalam karya Tenas Effendy, Ungkapan Tradisional Melayu Riau (1989).

Apa tanda kampung halaman
Rumah tegak atur-beratur
Rumah besar berumah kecil
Rumah kecil berpagar puding

(Foto: Mely Taslim)

Habitat asli puding meliputi India, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan beberapa Kepulauan Pasifik lainnya. Tanaman ini juga populer di Asia Timur dan dan Australia.

Bentuk dan warna daun puding sangat beragam. Sebagian berwarna dasar hijau, namun tumbuh dengan variasi berupa salur dan bercak putih, kemerahan dengan kombinasi warna lain (oranye, ungu, merah muda, nila, ungu), kuning, merah tua, coklat atau warna krem. ​​Dalam kondisi cahaya yang sesuai dapat berubah warna ketika menua.

(Foto: Mely Taslim)

 

Daun, batang, dan akar puding mengandung getah berwarna putih yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang menyentuhnya. Namun, tanaman puding juga dikenal sebagai herba tradisional. Rebusan akarnya dapat mengobati tukak lambung. Daunnya mengandung ikatan antibakteri dan antiamoebik, apabila direbus dapat menjadi obat diare. Sedangkan daun yang sudah dikeringkan dijadikan teh oleh orang Filipina.

 

Sumber:
Effendy, Tenas. 1989. Ungkapan Tradisional Melayu Riau. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka.
Moundipa P., G. Kamini G, F. Charles, B. Iris. 2005.
“Medicinal Plants fromCameroon with amoebicidal activity: Codieaum variegatum, a potential source of new products against Amoebiasis”. Afr. J. Tradit. Complement. Altern. Med., 2: 113-121.
Stamps, R.H. dan L. S. Osborne. 2003. “Croton Production and Use”. IFAS, ENH878.

Lihat Juga

Zapin

Pengertian dan Ikhtisar Sejarah Zapin adalah seni pertunjukan yang memadukan tari dan musik. Di Riau, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *