Resam

resam
Resam, yang sekarang mulai banyak digunakan sebagai pengganti pipet plastik.

 

Dicranopteris linearis; Gleichenia linearis (Burnm.). Resam tergolong dalam jenis tumbuhan pakis-pakisan yang berukuran besar. Resam dapat ditemui tumbuh liar di tebing-tebing atau pegunungan. Sifatnya yang mudah tumbuh dan menyebar menyebabkan resam sering dianggap sebagai gulma yang menghambat pertumbuhan tanaman lain.

Resam memiliki rimpang (umbi-akar) yang tumbuh di dekat permukaan tanah dan memiliki batang keras yang berongga. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 1-3 meter, namun bisa lebih dari itu jika melilit pohon besar. Daun resam menyirip berjajar dua, dan tangkainya pun bercabang dua. Pada bagian bawahnya memiliki stomata yang bentuknya seperti bintil-bintil dan berguna sebagai alat pernafasan. Daunnya berwarna hijau dengan ukuran panjang 3-7 cm. Sedangkan panjang tangkainya sekitar 10-20 cm.

Resam (foto: Ije Deqzon Sibero)

Walaupun sering dianggap sebagai gulma, tumbuhan ini bermanfaat karena dapat menyuburkan tanah dan mampu menyerap racun di sekitar tempat tumbuhnya. Saripati (ekstrak) resam dapat diolah sebagai herbisida alami untuk menghambat pertumbuhan gulma lain pada tahap pasca-tumbuh. Selain itu, resam juga memiliki manfaat pengobatan tradisional seperti untuk obat cacing, obat luka dan kudis. Daunnya secara ilmiah mengandung antibakteri.

Batang resam yang kuat dan berongga di masa lalu sering dimanfaatkan sebagai kalam (pena), serta menjadi bahan baku kerajinan anyaman. Sekarang, batang yang berongga ini mulai dimanfaatkan sebagai sedotan (pipet) ramah lingkungan, pengganti plastik yang beredar di pasaran.

Resam dalam bahasa Melayu juga memiliki makna sebagai “adat kebiasaan; aturan-aturan yang menjadi adat; pembawaan” (KBBI). (SR)

 

Rujukan

Kurniawati, E., E. Rusmiyanto, dan Mukarlina. 2018. “Pengaruh Ekstrak Daun Paku Resam (Gleichenia linearis Burm.) terhadap Pertumbuhan Gulma Putri Malu (Mimosa pudica L)”, Protobiont Vol. 7 (1): 31-37.
Thomas, T., G. M. Kurup, dan C. Sadasivan. 2007. “Antibacterial activity of Dicranopteris linearis under in vitro conditions”, dalam STARS Vol. 1 No. 2, hal. 191-195.
Antibacterial activity of Dicranopteris linearis under in vitro conditions
https://biodiversitywarriors.org/m/isi-katalog.php?idk=3772

Lihat Juga

Kekabu

Ceiba pentandra (L.) Gaertn. Kekabu atau kabu-kabu adalah nama pohon penghasil kapuk, atau lazim juga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!