Beranda / Syahdan / Petuah Amanah Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR dalam Majelis Penabalan Gelar Kehormatan Adat kepada YM Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo

Petuah Amanah Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR dalam Majelis Penabalan Gelar Kehormatan Adat kepada YM Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo

Maka, ketika Yang Mulia Presiden mencanangkan reforma agraria, kami menyambutnya dengan baik, dan memaknakannya sebagai suatu peluang besar untuk mengembalikan yang hilang, memulihkan yang rusak, menjadikannya modal untuk memasuki peta jalan pembangunan Indonesia (Indonesian Developmental Roadmap) yang berkemajuan, berkemakmuran, berkeadilan, dan berkesinambungan, sejalan dengan program Nawacita yang Yang Mulia rancang dan terapkan hingga saat ini.

Di bidang lingkungan, kehutanan, dan perkebunan, demikian pula. Berdasarkan temuan Panitia Khusus (Pansus) Monitoring Perizinan Perkebunan Sawit DPRD Riau tahun 2016 yang lalu, ada sekitar 1,8 juta hektar kebun sawit di Provinsi Riau yang prosedurnya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau tidak dapat dikatakan ilegal. Sebagian, karena melebihi Hak Guna Usaha yang dimilikinya, sebagian lagi karena berada di kawasan hutan. Patutlah masyarakat adat kami merasa ruang kehidupannya menyempit. Oleh karena itu, bagi kami, Inpres Nomor 8 Tahun 2018 telah membuka peluang dan jalan masuk untuk mendapatkan kembali keadilan ruang tersebut, memanfaatkannya bagi kemaslahatan bersama. Untuk itu, kami berterima kasih atas terbitnya kebijakan tersebut.

Selanjutnya, keputusan pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan Blok Rokan kepada BUMN Pertamina juga kami sambut baik. Sejatinya, kawasan Blok Rokan itu adalah wilayah adat. Dalam adat Melayu ada ungkapan hukum: ke hutan berbunga kayu, ke ladang berbunga padi, ke sungai berbunga pasir, ke laut berbunga karang. Apapun yang berada di wilayah adat, ada pemilik asalnya. Merawat amanah para leluhur, seraya mengantarkan anak-kemenakan meraih kesejahteraan lahir-batin yang berkesinambungan, itulah peran fundamental pemangku adat. Selama 94 tahun Blok Rokan dikelola asing, faktanya masyarakat adat pemilik turun-temurun kawasan itu kesejahteraannya masih tercecer. Adat, perangkat adat, dan masyarakat adat bukanlah penghalang pembangunan dan kemajuan, sepanjang mereka dilibatkan dan menjadi bagian dari kemajuan itu sendiri.

Masa lalu yang kurang menguntungkan itu kami harapkan berubah di masa kepemimpinan Yang Mulia. Melalui peran sebagai pemberi kata putus, kami berharap keputusan-keputusan yang sentiasa berpihak pada etos memberi keadilan kepada masyarakat adat yang kurang beruntung, dan sekaligus memperbaiki kesalahan-kesalahan masa lampau yang faktanya hari ini mudarat.

 

Yang Mulia Datuk Seri Setia Amanah Negara Presiden Republik Indonesia. Hadirin-hadirat yang terhormat.

 Terakhir, setelah ini saya mohon izin kepada Yang Mulia Presiden untuk menyerahkan sebuah buku. Buku ini ditulis oleh anak-anak Riau, berisi ungkapan perasaan mereka yang terkurung oleh asap (jerebu) dahsyat tahun 2015. Dapat dimaklumi, bila nadanya ‘kelabu’, merintih, meratap, bahkan memprotes. Nada-nada kehilangan keceriaan, di usia-usia terindah pengalaman kegembiraan dalam kenangan pribadi manusia dewasa. Anak-anak Riau ini bersuara, mengirim pesan kepada masa kini dan masa depan, agar kepahitan serupa tidak dialami lagi oleh siapapun di muka bumi ini.

 

Terlebih dan terkurang, saya mohon maaf.

Billahi Taufiq wa l-Hidayah. Wa s-Salaamu ‘Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

 

 

Ketua Umum MKA LAMR

Datuk Seri H. Al azhar

Lihat Juga

Petuah Amanah LAMR, Sempena penabalan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

Pengantar: Pada tanggal 6 Juli 2019 yang lalu, Lembaga Adat Melayu Riau melaksanakan majelis penabalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!