Partisipasi Kampar tidak hanya terlihat di daratan. Di Sungai Kuantan, sampan hias yang menampilkan arsitektur adat Melayu Kampar turut berlayar, memperlihatkan bahwa sungai masih menjadi ruang budaya yang hidup dalam masyarakat.
Bagi Kampar, keikutsertaan dalam MTQ bukan semata mengikuti pawai, melainkan memperkenalkan kekayaan adat, tradisi, seni budaya, hingga kuliner khas kepada masyarakat Riau dan para tamu yang hadir.
Pawai Ta’aruf MTQ ke-44 akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pembukaan. Di Sungai Narosa, syiar Al-Qur’an bertemu dengan sejarah, adat, dan budaya. Di sana, identitas Melayu tidak hanya dipertontonkan, tetapi diwariskan kepada generasi yang akan datang.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau