Beranda / Kabar / Di Sungai Narosa, Sejarah dan Adat Melayu Berlayar dalam Syiar Al-Qur’an

Di Sungai Narosa, Sejarah dan Adat Melayu Berlayar dalam Syiar Al-Qur’an

Makna filosofis juga tampak pada dua belas dayung yang terpasang di sisi kanan dan kiri kapal. Dayung-dayung itu melambangkan dua belas Sultan yang pernah memimpin Kesultanan Siak, sebagai simbol estafet kepemimpinan Melayu yang berakar pada syariat Islam dan adat istiadat.

Di atas kapal, tokoh Sultan Siak diperankan Kerabat Resam Siak sebagai lambang pemimpin yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam memimpin negeri. Sementara tujuh panglima yang diperankan anggota Dewan Kesenian Siak menggambarkan hulubalang yang senantiasa menjaga marwah Tanah Melayu.

Seluruh formasi tersebut merepresentasikan empat pilar utama peradaban Melayu Siak, yakni Umara, Ulama, Adat, dan Hulubalang. Empat unsur itu dipersatukan dalam satu kapal, menggambarkan bahwa kejayaan negeri tidak pernah dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh persatuan seluruh elemen masyarakat.

Bagikan

Lihat Juga

Kitab Al Qawa’id Bukti Kebesaran Kerajaan Siak, Penentu Sejarah Bangsa

lamriau.id-Siak, Kitab Bab Al Qawa’id merupakan bukti kebesaran Kesultanan Siak Sri Indrapura sekaligus penanda bahwa ...