Di atas aliran Sungai Kuantan, replika Kapal Perang Harimau Buas milik Kabupaten Siak perlahan membelah arus. Bukan sekadar perahu hias, kapal itu hadir sebagai panggung sejarah yang menghidupkan kembali memori kejayaan Kesultanan Siak.
Masyarakat yang memadati tepian sungai tampak antusias menyaksikan kapal bercorak kerajaan tersebut. Sosok Sultan, para panglima, hulubalang, hingga ornamen Melayu yang menghiasi kapal menghadirkan suasana seolah membawa penonton kembali ke abad ke-18.
Replika itu mengisahkan Perang Guntung tahun 1759, saat Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah bersama para panglima dan hulubalang negeri bangkit menghadapi tekanan VOC demi mempertahankan marwah, hak rakyat, dan kehormatan negeri.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau