Koordinator Pawai Ta’aruf Kafilah Kabupaten Siak, Tengku Zulkarnain, mengatakan Kapal Harimau Buas bukan hanya karya seni, melainkan media dakwah sejarah yang mengangkat tema “Spirit Al-Qur’an dalam Perjuangan Sultan Siak”.
Menurutnya, kejayaan Kesultanan Siak lahir dari perpaduan nilai Al-Qur’an, adat Melayu, dan semangat perjuangan dalam menjaga agama serta kedaulatan negeri.
“Kapal Harimau Buas bukan hanya simbol peperangan, tetapi simbol perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Para Sultan Siak mengajarkan bahwa kekuatan negeri lahir dari iman, ilmu, persatuan, dan kepemimpinan yang amanah,” ujar Zulkarnain.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau