Pada tahun 2006, Yayasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) bersama lembaga Care and Empowerment for Community (CECOM) Pekanbaru menyelenggarakan sayembara menulis cerita-cerita pusaka se-Riau. Sayembara itu diberi nama BM Syams Award, menggunakan nama pengarang Melayu, Alm. BM Syamsuddin, yang semasa hidupnya banyak menulis cerita rakyat.
Sayembara BM Syams Award dikhususkan bagi pelajar SMP-SMA sederajat. Di bawah bimbingan gurunya, peserta diharuskan mewawancarai narasumber yaitu orang atau tokoh setempat yang mengetahui kisah asal-usul, legenda, atau mitos di balik nama tempat/ kampung/ desa mereka. Kisahan yang dituliskan oleh peserta itulah yang dinilai juri (Al azhar, Alm. Sudarno Mahyudin, Abel Tasman, Mosthamir Thalib, dan Erianto Hadi).
Ada 21 cerita yang disarankan juri untuk diterbitkan, enam di antaranya merupakan pemenang sayembara itu. Ke-21 cerita tersebut disunting oleh Alang Rizal, Hukmi, dan Alm. Sudarno Mahyudin; diterbitkan oleh Gurindam Press (2006), dengan judul Sang Ular: Asal Nama Desa Sanglar. Kulit buku dan gambar hiasan (ilustrasi) isinya dirancang oleh Jon Kobet (Junaidi Syam).
Atas izin penerbit Gurindam Press dan para penyuntingnya, lamriau.id melakukan digitalisasi buku tersebut untuk kemudian dimuat-naik di laman sesawang ini, mengisi kanal Kampung Halaman. Selain mengekalkan dokumen buku tersebut dalam bentuk digital, cerita-cerita yang ditulis para remaja kita waktu itu (12 tahun yang lalu) dapat pula disebar lebih luas melalui media daring. Siapa tahu, ada di antara remaja-remaja di Riau hari ini yang terangsang untuk berbuat hal yang sama dengan pendahulunya: lasak mencari tahu dan mengenali ruang tempat ia berada bersama ingatan kolektif turun-temurun masyarakat tentangnya, menuliskannya, sebagai suatu cara mendokumentasi dan menyebarkannya di masa kini.
Kenal-paham lingkungan adalah bagian dari mengenal diri.
Ke-21 cerita tersebut yaitu:
Sang Ular, asal mula nama Desa Sanglar
Legenda asal mula nama Desa Kubang Buaya
Legenda Tanjung Busung dan Beting Alang
Kisah Bono yang ada di Pulau Muda
Asal usul Danau Raja dan Buaya Putih
Asal mula terjadinya Sungai Teluk Pinang
Asal mula terjadinya Bukit Intan
Terbentuknya negeriku Kerumutan
Riwayat nama-nama tempat di Pulau Penyalai
Asal usul Candi Muara Takus dan kata Andiko
(Al azhar/ Sita Rohana)
21 Komentar
Pingback: Kubang Buaya - LAM Riau
Pingback: Sang Ular, asal mula nama Desa Sanglar - LAM Riau
Pingback: Desa Tanjung Sari - LAM Riau
Pingback: Desa Petapahan - LAM Riau
Pingback: Tanjung Busung, Beting Alang - LAM Riau
Pingback: Kisah Bono di Pulau Muda - LAM Riau
Pingback: Danau Raja - LAM Riau
Pingback: Meranti Bunting - LAM Riau
Pingback: Mengkopot - LAM Riau
Pingback: Teluk Pinang - LAM Riau
Pingback: Bukit Intan - LAM Riau
Pingback: Danau Koto Kari atau Danau Buaya Kari - LAM Riau
Pingback: Bongkal Malang - LAM Riau
Pingback: Lubuk Bandong - LAM Riau
Pingback: Legenda asal mula nama Pujud - LAM Riau
Pingback: Kolam Loyang - LAM Riau
Pingback: Aliantan - LAM Riau
Pingback: Kerumutan - LAM Riau
Pingback: Pulau Penyalai - LAM Riau
Pingback: Batu Kerbau - LAM Riau
Pingback: Muara Takus - LAM Riau