Beranda / Kabar / Peringati Milad yang ke-49, LAM Riau selenggarakan “Pekan Adat dan Budaya Melayu”

Peringati Milad yang ke-49, LAM Riau selenggarakan “Pekan Adat dan Budaya Melayu”

Sempena Milad ke-49 (6 Juni 1970 – 6 Juni 2019), Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menyelenggarakan acara-acara yang dirangkai dalam kegiatan bertajuk “Pekan Adat dan Budaya Melayu”. Rangkaian acara dalam kegiatan tersebut berlangsung selama sepekan, dari tanggal 1 sampai 6 Juli 2019.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Syahril Abubakar, menjelaskan bahwa LAM Riau sebenarnya resmi ditubuhkan oleh para pendahulu pada tanggal 6 Juni 1970. Namun, tahun ini tanggal 6 Juni tersebut bersamaan dengan 2 Syawal 1440 H, yakni Hari Raya ke-2 Idul Fitri.

“Agar panitia dan semua pihak terkait memiliki waktu yang selesa untuk mempersiapkan dan mengikuti rangkaian acara, maka kegiatan peringatannya kita undur ke tanggal 1 – 6 Juli 2019,” jelas beliau. Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa dalam “Pekan Adat dan Budaya Melayu” ini, LAM Riau mempersiapkan serangkaian acara, meliputi pertemuan dan pembahasan strategi percepatan pemajuan budaya dan masyarakat adat, pemberian anugerah adat, serta penabalan Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau.

Adapun rincian rangkaian acara tersebut adalah sebagaimana diuraikan di bawah ini.

Dikusi terpumpun pengelolaan Warisan Budaya

“Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion – FGD) Pengelolaan Warisan Budaya”, dilaksanakan pada hari Senin 1 Juli 2019 (pukul 09.00 – selelesai), bertempat di Bilik Musyawarah Balai Adat Melayu Riau. Acara ini akan mempertemukan wakil-wakil birokrasi lintas dinas dan instansi yang mengurus warisan budaya (baik bendawi maupun tak bendawi), para pakar, pengamat dan pemerhati, serta komunitas peduli warisan budaya. Diskusi terpumpun ini bertujuan mengumpulkan gagasan dan rencana aksi untuk mewujudkan pengelolaan warisan budaya yang lebih baik di Provinsi Riau. Pemantik gagasan dalam diskusi ini adalah Ratri Wulandari, MA, MSc. (Dosen Universitas Telkom Bandung; penggiat komunitas Warisan Budaya/Heritage) dan Junaidi Syam, MA (budayawan; antropolog). [Lengkapnya, lihat: Kerangka Rujukan Diskusi Terpumpun Pengelolaan Warisan Budaya]

Halai bi halal dan Anugerah Ingatan Budi

“Halal bi Halal Pengurus dan Pemangku Kepentingan LAM Riau” yang dirangkai dengan pemberian “Anugerah Ingatan Budi”. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin 1 Juli 2019 (pukul 20.00 – selesai), bertempat di Balairung Tenas Effendy Balai Adat Melayu Riau. “Ingatan Budi” adalah nama anugerah yang diberikan oleh LAM Riau kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai telah memberikan jasa khusus kepada pelestarian adat dan budaya Melayu. Dimulai tahun lalu (2018), pemberian anugerah ini merupakan acara yang akan selalu dilaksanakan dalam kegiatan peringatan Milad LAM Riau.

Sarasehan Pengakuan dan Penetapan Hutan-Tanah Adat

“Sarasehan Pengakuan dan Penetapan Hutan-Tanah Adat”, akan dilaksanakan pada hari Selasa 2 Juli 2019 (pukul 09.00 – selesai), bertempat di Balairung Tenas Effendy Balai Adat Melayu Riau. Acara ini direncanakan menampilkan tiga pembicara utama, yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) RI, dan Gubernur Riau. Tujuannya, mempertemukan wakil-wakil masyarakat adat di Provinsi Riau dengan pembuat kebijakan dan pengambilan keputusan puncak dalam pengakuan dan penetapan Hutan-Tanah Adat, untuk mempercepat proses pemulihan hak masyarakat adat di Riau atas hutan-tanah mereka.

[Lengkapnya, lihat: Kerangka Rujukan Sarasehan Pengakuan dan Penetapan Hutan-Tanah Adat di Provinsi Riau]

Mendahului sarasehan ini, pada hari Selasa 24 Juni 2019 (pukul 09.00 – selesai), akan diselenggarakan “Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion – FGD) Percepatan Penetapan Hutan-Tanah Adat di Provinsi Riau”, dengan pemantik gagasan terdiri atas Prof. Dr. Hariadi Kartodihardjo (Guru Besar IPB, dan Penasehat Senior Menteri LHK), Riko Kurniawan (Direktur Eksekutif WALHI Riau), dan Made Ali (Koordinator JIKALAHARI). Mempertemukan wakil-wakil para pemangku kepentingan (pemerintah Provinsi Riau, LAM Riau, dan LSM-LSM yang peduli serta giat memperjuangkan hak-hak masyarakat adat), dikusi terpumpun ini akan membincangkan peraturan perundang-undangan yang ada, yang memberi peluang terhadap pemulihan hak-hak masyarakat adat di Riau terhadap hutan-tanah mereka. Selain bahan untuk disampaikan dalam sarasehan tanggal 2 Juli 2019, diskusi terpumpun ini juga diharapkan menghasilkan rumusan langkah-langkah strategis dan teknis yang dapat dipedomani pihak-pihak terkait di Provinsi Riau untuk mempercepat pengakuan dan penetapan hutan-tanah adat.

[Lengkapnya, lihat: Kerangka Rujukan Diskusi Terpumpun Percepatan Penetapan Hutan-Tanah Adat di Provinsi Riau]

Seminar Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau

“Seminar Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau”, akan dilaksanakan pada hari Rabu 3 Juli 2019 (pukul 09.00 – selesai), bertempat di Balai Pauh Janggi Gedung Daerah (Gubernuran) Provinsi Riau. Sebagaimana diketahui, sejak sekitar tiga bulan yang lalu, LAM Riau telah membentuk tim penyusun draft Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau. Hasil kerja tim inilah yang akan dibahas dalam majelis seminar tersebut. Tampil sebagai pembicara, antara lain Gubernur Riau (pembicara utama), Dr. Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Prof. Dr. Wiendu Nuryanti (Guru Besar UGM; mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Dr. Mukhlis PaEni (Universitas Indonesia; mantan Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia), Datuk Zainal Abidin Borhan (Ketua Satu Gabungan Penulis Nasional Malaysia), Prof. Suwardi MS (Sejarawan; Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Riau), H. OK Nizami Jamil (Budayawan; Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Riau), Datuk Seri Al azhar (Ketum MKA LAM Riau), dan Datuk H. Taufik Ikram Jamil (Ketua Tim Penyusun Draft Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau, LAM Riau).

[Lengkapnya, lihat: Kerangka Rujukan Seminar Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan Melayu Riau]

Pemutaran dan Diskusi Film Budaya

Acara “Pemutaran dan Diskusi Film Budaya”, akan dilaksanakan pada hari Kamis (4 Juli 2019) dan Jumat (5 Juli 2019) pukul 08.00 – 11.00, bertempat di Balairung Tenas Effendy Balai Adat Melayu Riau. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Tanjungpinang. Menghadirkan siswa-siswa SMP sederajat dan SMA sederajat sebagai penonton dan peserta diskusi, film-film yang akan diputar adalah film cerita nasional Tanah Surga Katanya dan dua film dokumenter budaya (masing-masing tentang Randai Kuantan dan Tepuk Tepung Tawar).

Penabalan Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah

“Penabalan Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau”, akan dilaksanakan pada hari Sabtu 6 Juli 2019 (pukul 09.00 – selesai), bertempat di Balairung Tenas Effendy Balai Adat Melayu Riau. Acara puncak ini sekaligus menutup seluruh rangkaian acara Pekan Adat dan Budaya Melayu sempena Milad ke-49 LAM Riau.

Penerbitan buku dan Pelatihan Pelatih Guru Mulok Budaya Melayu Riau

Selain acara-acara di atas, sempena peringatan Milad ini LAM Riau juga menerbitkan buku-buku dan terlibat penuh dalam kegiatan pelatihan untuk pelatih (training of trainers – ToT) pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (Mulok BMR).

Menurut Datuk Seri Syahril Abubakar, dalam kesempatan ini LAM Riau menerbitkan dua judul buku, masing-masing Ungkapan Melayu Riau karya Tenas Effendy dan Yang Tegak dalam Budi karya Taufik Ikram Jamil.

“Buku Ungkapan Melayu merupakan dokumentasi ungkapan-ungkapan Melayu Riau yang sarat dengan nilai-nilai luhur budaya Melayu Riau. Sedangkan buku Yang Tegak dalam Budi merupakan telaah ilmiah tentang Tunjuk Ajar Melayu dari perspektif komunikasi politik,” jelas beliau.

Adapun pelatihan untuk pelatih (ToT) pembelajaran Mulok BMR dilaksanakan atas kerjasama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, APRIL Group, dan Lembaga Adat Melayu Riau. Kegiatan ini dilaksanakan bertahap. Untuk tahap pertama, akan melibatkan guru dan pemangku kepentingan pembelajaran Mulok BMR empat kabupaten/kota di Riau, yaitu selama 6 hari, pada tanggal 2 – 7 Juli 2019.

 

Lihat Juga

LAMR Lamar Syamsuar Jadi Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Adat Melayu Riau

  PEKANBARU- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (25/6/2019) malam di gebenuran melamar Gubernur Riau Drs ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *