Lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar Majelis Zikir dan Doa Bersama sempena menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Kamis (18/6) di Balairung Tenas Effendy, Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru. Kegiatan yang mengusung tema “Tahun Baru, Semangat Diperbaharui.”

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengatakan majelis zikir tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana memperbarui semangat serta memperkuat doa dan ikhtiar bersama untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kita bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih LAMR dalam satu tahun terakhir. Namun capaian itu tidak boleh membuat kita terlena. Justru menjadi pemacu untuk terus bekerja bagi kemajuan adat, budaya, dan masyarakat Melayu Riau,” ujarnya.

Menurut Datuk Seri Taufik, sejumlah capaian strategis berhasil diwujudkan LAMR dalam setahun terakhir. Di antaranya kembalinya kegiatan dan pertemuan Lembaga Adat Melayu se-Sumatra ke Riau, masuknya muatan lokal ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta keberhasilan Riau menjadi satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang dapat mendaftarkan tanah ulayat melalui mekanisme yang diakui negara.
“Ini merupakan langkah besar dalam memperkuat identitas dan hak-hak masyarakat adat Melayu. Tanah ulayat yang selama ini menjadi perhatian bersama kini semakin memperoleh kepastian melalui pengadministrasian yang diakui,” katanya.
Selain itu, LAMR juga terus mendorong pewarisan budaya Melayu kepada generasi muda melalui berbagai media dan media sosial kebudayaan dan pendidikan. Salah satunya melalui penyiaran Tunjuk Ajar Melayu di Radio Republik Indonesia (RRI) setiap hari Selasa dan Jumat.
“Pewarisan budaya tidak boleh terputus. Tunjuk Ajar Melayu yang disiarkan secara rutin melalui RRI menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai Melayu kepada masyarakat luas, terutama generasi muda,” ungkapnya.
Datuk Seri Taufik menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan LAMR pada akhirnya bertujuan memperoleh keberkahan dan keridaan Allah SWT.
“Majelis zikir ini menjadi doa bersama agar segala kegiatan yang kita laksanakan diberi kelancaran, kekuatan, dan keberhasilan. Pada akhirnya, yang kita kejar bukan hanya capaian duniawi, tetapi ridha Allah SWT. Itulah tujuan tertinggi yang kita harapkan dalam setiap langkah pengabdian kepada adat, budaya, dan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi atas berbagai ikhtiar yang dilakukan LAMR dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, adat, dan budaya Melayu melalui kegiatan zikir dan doa bersama tersebut.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, mengatakan langkah yang dilakukan LAMR merupakan bentuk ikhtiar yang tidak hanya berorientasi pada usaha lahiriah, tetapi juga ikhtiar spiritual dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
“Ini sesuatu yang sangat luar biasa bagi kami. LAMR tidak hanya melakukan ikhtiar bumi, tetapi juga ikhtiar ke langit dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Inilah sebenarnya inti dari ibadah kita kepada Allah,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam peringatan Tahun Baru Hijriah tersebut memiliki makna yang mendalam karena mengajak masyarakat untuk memperbarui semangat dan meningkatkan kualitas diri demi kehidupan yang lebih baik.
Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan keridaan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktivitas dan pengabdian. Hal itu sejalan dengan ungkapan yang disampaikan dalam majelis tersebut, “Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi”, yang bermakna Allah adalah tujuan utama dan keridaan-Nya menjadi sesuatu yang dicari.
Pada kesempatan itu, Zulkifli turut menyinggung kondisi fiskal yang saat ini dihadapi Provinsi Riau maupun Indonesia. Menurutnya, situasi tersebut memerlukan berbagai upaya dan kerja bersama, termasuk memperkuat ikhtiar spiritual.
“Kami menyadari bahwa kondisi fiskal Provinsi Riau bahkan Indonesia saat ini masih berada dalam ruang fiskal yang sempit. Namun berbagai upaya harus terus dilakukan, termasuk ikhtiar spiritual yang malam ini kita laksanakan bersama,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum introspeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir serta merencanakan langkah-langkah yang lebih baik pada masa mendatang.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, Zulkifli menyampaikan bahwa manusia yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Sebaliknya, mereka yang tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik termasuk golongan yang merugi.
“Melalui momentum ini, mari kita melakukan introspeksi diri. Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu, evaluasi diri sebelum kita menilai orang lain. Dengan semangat tahun baru Hijriah ini, mari bersama-sama meniatkan diri untuk mewujudkan Riau yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Zulkifli kembali menyampaikan apresiasi kepada LAMR atas berbagai kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan daerah, pelestarian budaya Melayu, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Selama ini sudah banyak yang diperbuat oleh LAMR dan memberikan kontribusi nyata kepada Pemerintah Provinsi Riau. Kami sangat mengapresiasi berbagai ikhtiar yang terus dilakukan demi kemajuan Riau,” tutupnya.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau