Menurut Datuk Seri Taufik, upaya tersebut dapat diselaraskan dengan program Kementerian Kebudayaan yang pada tahun ini menjalankan penulisan kembali sejarah nasional Indonesia. Dengan demikian, sejarah Riau diharapkan memperoleh ruang dokumentasi yang lebih kuat dalam narasi sejarah nasional.
Datuk Seri Taufik menilai, seluruh gagasan tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga adat, akademisi, budayawan, dan masyarakat. LAMR, katanya, siap mengambil bagian dalam upaya mewujudkannya.
Fadli Zon juga membuka peluang bagi komunitas dan pelaku kebudayaan untuk mengembangkan program melalui Dana Indonesiana. Dukungan tersebut dapat dimanfaatkan, antara lain, untuk kegiatan penulisan sejarah, pengembangan program kebudayaan, serta penyelenggaraan kegiatan seperti Arak-arakan Keberagaman yang menjadi puncak HKN di Riau.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau