Beranda / Telaah / Yang Berdiri dalam Budi: unsur politik pada Tunjuk Ajar Melayu (karya Taufik Ikram Jamil)

Yang Berdiri dalam Budi: unsur politik pada Tunjuk Ajar Melayu (karya Taufik Ikram Jamil)

Bismillahi r-Rahmani r-Rahim. Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Waktu terus bergerak, dan ruang pun sentiasa dinamis. Karya dan khazanah budaya memerlukan penyaluran untuk dapat disampaikan di sini dan kini. Salah satu bentuk penyaluran itu adalah pembacaan, yang hasilnya dibentangkan kepada khalayak. Dengan itu, karya dan khazanah yang dihasilkan masa lalu terjalin sebagaimana mestinya dengan masa kini, mewujudkan bangunan kesinambungan dalam etos mempertinggi derajat kemanusiaan.

Salah satu khazanah agung dalam budaya Melayu Riau adalah Tunjuk Ajar, yang disusun dan dibukukan oleh Allahuyarham Tenas Effendy. Sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia, Tunjuk Ajar menyimpan beragam nilai kemanusiaan yang patut diwariskan turun-temurun, disegarkan melalui pemaknaan.

Dalam wawasan di ataslah buku berjudul Yang Berdiri dalam Budi: unsur politik pada Tunjuk Ajar Melayu ini diterbitkan. Dalam pembangunan Indonesia saat ini amat diperlukan pemahaman dan pengamalan etika politik berdasarkan kearifan lokal yang sudah teruji. Dengan Melayu sebagai dasar pijakan, kandungan buku ini kiranya dapat menghadirkan dirinya dalam pembangunan bangsa dan kebangsaan. Mempertimbangkan peradaban Melayu Riau yang amat kaya, rasanya keinginan menghadirkan diri dalam pembangunan etika politik kontemporer Indonesia bukanlah berlebih-lebihan. Apalagi selama ini sumbangan pembangunan etika politik yang bersumber dari peradaban Melayu belum terlihat menonjol.

Di sisi lain patutlah diakui bahwa walaupun Tunjuk Ajar Melayu mendapat tempat yang luas, bahkan selalu disebut-sebut dalam ucapan resmi, pembahasannya sebagai kitab khatam kaji peringkat magister masih terbatas – selama ini, Tunjuk Ajar Melayu selalu menjadi obyek penulisan skripsi (Strata 1). Oleh karena itu, menerbitkan karya ilmiah ini sebagai buku hampir menjadi keniscayaan untuk menjembatani masa lalu dengan masa kini.

Banyak pihak yang terlibat dalam penerbitan buku ini. Untuk itu semua, diucapkan terima kasih yang tak terhingga.

 

Pekanbaru, Juni 2019.

LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU

 

Sempena Milad ke-49, Lembaga Adat Melayu Riau menerbitkan dua buku, masing-masing berjudul Ungkapan Tradisional Melayu Riau (karya Tenas Effendy) dan Yang Berdiri dalam Budi: unsur politik pada Tunjuk Ajar Melayu (karya Taufik Ikram Jamil). Kedua buku tersebut, insya Allah dalam waktu dekat ini akan diluncurkan dalam suatu majelis diskusi. Mendahului itu, sebagai pengenalan awal, kami muatkan pengantar LAMR atas buku tersebut.

Lihat Juga

Ungkapan Tradisional Melayu Riau (karya Tenas Effendy)

  Bismillahi r-Rahmani r-Rahim. Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh. Karya Tenas Effendy mengenai ungkapan Melayu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!