lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar Majelis Zikir dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Kamis (3/9/), di Balai Adat LAMR.

Mengangkat tema “Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H”, kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Abdurrahman Atan, Dr. H. Muhammad Khoir Al-Kusyairi, MA, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Khair Riau, sebagai penceramah. Rangkaian kegiatan diisi Marhaban dan Barzanji oleh Hj. Dinawari dan Perempuan LAMR
Hadir Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, jajaran Forkopimda, serta pengurus LAMR.
Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengatakan, Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam membangun kehidupan yang beradab. Nilai-nilai kenabian harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik
Menurutnya, besarnya pengaruh Rasulullah SAW terhadap peradaban manusia juga diakui Michael H. Hart yang menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai nomor satu dari 100 tokoh berpengaruh di dunia
“Bagi masyarakat Melayu Riau, kecintaan kepada Rasulullah juga tidak terpisahkan dari jati diri Melayu yang menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan,” katanya.
Di akhir sambutannya, Datuk Seri Taufik membacakan puisi “Dimaulidin Nabi” yang terdapat dalam bukunya Tersebab Aku Melayu. Pembacaan puisi tersebut menjadi refleksi kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus hubungan erat antara Islam dan kebudayaan Melayu.

Sementara itu, H. Zulkifli Syukur mengapresiasi konsistensi LAMR menggelar Majelis Zikir. Menurutnya, kegiatan keagamaan dan kebudayaan penting dalam membangun karakter masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak hanya tentang ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia yang berakhlak, santun dan peduli terhadap sesama,” tutupnya.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau