Beranda / Kabar / Hari Kedua Pelatihan BMR LAMR Riau: Hadirkan Pertunjukan Tradisi Lisan dan Penguatan Kurikulum Kreatif ​

Hari Kedua Pelatihan BMR LAMR Riau: Hadirkan Pertunjukan Tradisi Lisan dan Penguatan Kurikulum Kreatif ​

lamriau.id-Pangkalan Kerinci,  Memasuki hari kedua, Selasa, 7 Juli 2026 Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Budaya Melayu Riau (BMR) yang ditaja oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, LAMR Kabupaten Pelalawan, dan RAPP di Gedung Balai Adat Kabupaten Pelalawan berlangsung semakin dinamis. Tidak hanya diisi dengan pemaparan materi inti, atmosfer pelatihan juga dihidupkan dengan pertunjukan seni tradisi lisan yang memukau dari Sanggar Babalam.

​Penampilan seni ini dihadirkan untuk memberikan ilustrasi nyata kepada para peserta mengenai kekayaan warisan takbenda Melayu yang dapat diintegrasikan dalam dunia pendidikan modern.

​Agenda hari kedua ini berfokus pada dua pilar krusial dalam proses belajar-mengajar di kelas, yaitu struktur kurikulum dan kreativitas media. Kurikulum Pembelajaran Budaya Melayu Riau disampaikan oleh Datuk H. Syaiful Anuar. Materi ini mengupas tuntas implementasi teknis BMR pasca-terintegrasi ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memastikan para guru memiliki panduan yang jelas dan terstandar. Media dan Pembelajaran Budaya Melayu Riau dipaparkan oleh Datuk Sati Dr. H. Griven H. Putera. Sesi ini mendorong para pendidik untuk memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan dekat dengan keseharian siswa agar nilai-nilai lokal dapat tersampaikan secara menyenangkan.

​Manfaat besar dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh tuan rumah. Ketua Umum Pejabat (Pj) DPH LAMR Kabupaten Pelalawan, Datuk Jasfar, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya kegiatan di hari kedua ini. Ia menilai materi yang disajikan sangat vital bagi masa depan pelestarian adat, khususnya di wilayah Pelalawan.

​”Kami menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pewarisan kebudayaan, terutama kebudayaan Melayu di Kabupaten Pelalawan. Ke depan, kami akan mengupayakan agar kegiatan serupa dapat berlanjut hingga ke tingkat kecamatan. Tujuannya jelas, agar seluruh guru BMR di pelosok daerah memperoleh standardisasi keterampilan dan pemahaman yang sama,” tegas Datuk Jasfar.

​Dengan tuntasnya materi kurikulum dan media di hari kedua ini, para peserta yang terdiri dari guru SD, SMP, SMA sederajat, serta kepala sekolah kini bersiap memasuki hari terakhir pelatihan yang akan difokuskan pada penyusunan modul ajar dan praktik mengajar (microteaching).

Bagikan

Lihat Juga

LAMR PRIHATIN DUGAAN PENGKRIMINALISASI BUDAYAWAN MELAYU RIDA

lamriau.id-Pekanbaru,  Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau prihatin atas dugaan pengkriminalisasian budayawan Rida K. ...