lamriau.id-Pekanbaru, Di tengah perubahan zaman yang terus bergerak, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti menyiapkan ruang bagi masyarakat untuk kembali mendekat kepada adat dan budaya Melayu.
Bukan hanya rapat atau seremoni, empat agenda yang disiapkan LAMR Meranti pada Sabtu-Ahad, 19-20 September 2026, diharapkan menjadi ruang berkumpul, bersilaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Persiapan rangkaian kegiatan itu dimatangkan melalui rapat panitia di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (2/9/2026) malam. Para Datuk dan Puan yang tergabung dalam kepanitiaan membahas satu per satu kebutuhan kegiatan yang tinggal menghitung hari.
Humas LAMR Kepulauan Meranti, Datuk Ucok Alexander mengatakan, rapat dipimpin Ketua Panitia Pelaksana Datuk Susanto Sudarmo dan dipantau langsung Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik.
Empat kegiatan yang akan digelar yakni Rapat Kerja Pengurus LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026, Zikir dan Doa Bersama, Festival Senandung Melayu, serta Sembang Tata Adat Pengantin Melayu.
Keempatnya membawa warna yang berbeda. Ada ruang untuk menata organisasi, mendekatkan diri kepada Tuhan, menikmati seni tradisi, hingga kembali mengingat tata adat yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Ketua Panitia Pelaksana Datuk Susanto Sudarmo menekankan kekompakan panitia agar seluruh kegiatan dapat berlangsung baik. Selain teknis acara, panitia juga diminta memastikan administrasi dan pertanggungjawaban kegiatan tersusun dengan rapi.
Sementara Datuk Seri Afrizal Cik meminta rangkaian kegiatan tidak hanya melibatkan keluarga besar LAMR. Unsur Forkopimda, OPD, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, ormas, OKP, paguyuban hingga pengurus LAMR tingkat kecamatan diharapkan ikut hadir.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula ruang silaturahmi yang tercipta. Pada akhirnya, adat tidak cukup hanya disimpan di dalam buku atau Balai Adat, tetapi harus terus dikenalkan, dipraktikkan dan diwariskan.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2026 yang mendapat dukungan melalui APBD Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kini, para Datuk dan Puan panitia kembali bekerja menyiapkan RAB, pembagian tugas, tertib acara hingga kebutuhan teknis lainnya. Mereka berharap ketika 19 September tiba, Balai Adat bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi menjadi tempat masyarakat kembali merasakan denyut adat dan budaya Melayu.
Sebab bagi LAMR Meranti, menjaga adat bukan semata menjaga sebuah tradisi masa lalu. Ia adalah ikhtiar agar identitas Melayu tetap memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat hari ini dan generasi yang akan datang.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau