Beranda / Kabar / Datuk Majopati Bonai Apresiasi LAMR

Datuk Majopati Bonai Apresiasi LAMR

(Foto: Ali Nazir)

PEKANBARU – Pucuk pimpinan masyarakat adat Bonai, Desa Jurong Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Samsibar Datuk Majopati, meminta pengurus LAMR tetap fokus pada agenda pemulihan hak-hak konstitusional masyarakat adat di Riau yang selama ini terabaikan.

“Kepada pengurus LAMR, saya mengharapkan tak usah membuang-buang pikiran dan tenaga untuk menanggapi pernyataan orang yang tidak sepaham. Kami mendukung sepenuhnya kepengurusan LAMR sekarang, karena memiliki keberpihakan yang nyata kepada masyarakat adat umumnya, khususnya kami orang-orang Bonai,” katanya.

Menurut Datuk Majopati, keberpihakan itu ditunjukkan berkali-kali. Tidak lama setelah pengurus masa khidmat 2017-2022 ini dikukuhkan, pucuk pimpinan LAMR berkunjung ke Jurong, memenuhi undangan pengukuhan pemangku adat Suku Bonai.

“Setahu kami, itulah pertama kalinya, entah namanya pimpinan adat, entah pemuka masyarakat provinsi (Riau), menjejakkan kaki di kampung kami. Padahal, sudah berpuluh-puluh tahun kami hidup tertinggal dan terpinggir. Kekayaan minyak di perut bumi tanah adat warisan leluhur kami dihisap. Hutan-rimba kami punah-ranah, berganti dengan sawit dan akasia milik berbagai perusahaan,” tegasnya.

Dari petuah-petuah yang disampaikan pucuk pimpinan LAMR dalam kunjungan itu, lanjut Datuk Majopati, harapan dan semangat masyarakat adatnya bangkit, untuk berjuang bersama-sama mengembalikan hak-hak mereka, sebagai bekal menuju kehidupan yang bermartabat, sejajar dengan masyarakat lainnya. Kemudian, LAMR juga mempertemukannya dengan Gubernur Riau, menyampaikan permohonan mendapatkan listrik untuk kampung mereka. Sekarang tiang-tiangnya sudah ada. Tinggal menegakkan dan mengalirkan api.

“Bayangkan, sudah 73 tahun Indonesia merdeka, baru sekarang nampak tanda-tanda kampung kami akan diterangi listrik. Insya Allah, kami tidak hanya jadi penonton gemerlapnya lampu-lampu listrik PT Caltex atau PT Chevron yang beroperasi di wilayah kami,” lanjut Datuk Majopati sambil tersenyum pilu.

Dibawa ke tengah
Datuk Majopati juga mengisahkan bagaimana pengurus LAMR memberi tempat terhormat kepadanya selaku pucuk adat Suku Bonai, dalam majelis-majelis adat yang diadakan di Balai Adat Melayu Riau. Terakhir, dalam majelis penabalan gelar adat untuk Presiden Joko Widodo, Suku Bonai dan suku-suku asli lainnya di Riau disebut dalam petuah amanah Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR.

“Bersama wakil Suku Sakai, saya diminta berdiri, diperkenalkan kepada Presiden sebagai wakil-wakil masyarakat Suku Asli di Riau yang terkucil dari pembangunan Indonesia,” jelas Datuk Majopati.

“Saya merasa terhormat, karena saya dan masyarakat suku saya diakui dan dihormati, dibawa ke tengah balai, diamanahkan kepada pemimpin tertinggi republik ini untuk diperbaiki nasibnya,” lanjutnya.

Atas semuanya itu, Datuk Majopati merasa aneh bila segelintir orang yang mengaku pemuka masyarakat Riau akhir-akhir ini menyerang LAMR, sampai-sampai meminta penggantian pengurus pula.

“LAMR itu lembaga adat. Harus berpihak, peduli, mengurus, dan mendampingi masyarakat adat agar hidup lebih baik dan lebih bermartabat dari waktu ke waktu. Sekarang sikap keberpihakan itu mulai dirasakan oleh kami masyarakat adat yang selama ini tak pernah ditoleh-toleh. Kami orang Bonai tak rela. Karena itu, jangan ganggu-ganggu mereka,” pungkas Datuk Majopati.

Lihat Juga

Budaya Melayu dan Pengembaraan

  Sumber: http://riaupos.co/epaper.php

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *