Berhimpun Pepat Rumpun Melayu:
Dari Perayaan Kebudayaan Menuju Gerakan Peradaban
Catatan: Taufik Ikram Jamil
Berhimpun Tanpa Kehilangan Jati Diri
Peringatan Hari Kebudayaan Nasional pada 16–18 Oktober 2026 di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Provinsi Riau, Pekanbaru, menghadirkan sebuah gagasan yang patut direnungkan bersama: Berhimpun Pepat Rumpun Melayu. Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Adat LAMR bekerja sama dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) ini bukan semata-mata perayaan kebudayaan. Di dalamnya terkandung harapan agar kebudayaan kembali ditempatkan sebagai kekuatan yang membentuk karakter masyarakat, memperkuat persaudaraan, dan memberi arah pembangunan.
Tiga kegiatan utama yang mewarnai peringatan tersebut ialah Majelis Zikir, Bengkel Hukum Acara Hukum Adat, dan Arak-arakan Keberagaman. Ketiganya memperlihatkan bahwa kebudayaan memiliki dimensi spiritual, hukum, dan sosial yang saling berhubungan. Kebudayaan tidak cukup ditampilkan melalui pakaian, tarian, musik, atau upacara. Kebudayaan harus hidup dalam nilai yang dianut, keadilan yang ditegakkan, dan hubungan kemanusiaan yang dibangun.
Tata Letak & layout: Rafqi Ismail
Silahkan baca selengkapnya di bawah ini:
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau