lamriau.id-Pekanbaru, Sejumlah ibu-ibu dari lingkungan Pangkalan Udara (Lanud) menyempatkan diri menyusuri jejak budaya Melayu Riau melalui kunjungan ke Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kamis (11/9/2026).
Rombongan yang dipimpin Ibu Astrid Abdul Haris itu disambut Datuk Tony Werdiansyah. Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang bagi rombongan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Melayu dan karya ekonomi kreatif masyarakat Riau.
Di tempat tersebut, para tamu tidak hanya melihat beragam produk kerajinan. Mereka juga berkesempatan mengenal batik dan tenun khas Riau yang menyimpan cerita, motif, serta identitas budaya masyarakat Bumi Lancang Kuning.
Bagi Ibu Astrid, kunjungan itu memberikan pengalaman tersendiri. Di tengah kesibukan, ia bersama rombongan bisa berhenti sejenak untuk mengenal lebih dekat khazanah budaya yang selama ini mungkin hanya ditemui dalam berbagai kegiatan atau perayaan.
“Terima kasih banyak kami sudah disambut dengan baik di Ekraf LAMR. Tempatnya nyaman dan cukup lengkap untuk mengenal berbagai macam batik dan tenun Provinsi Riau. Juga untuk mengenal kebudayaan Riau,” ujar Astrid.
Ia pun berharap Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif LAM Riau terus berkembang dan menjadi tempat yang semakin dikenal masyarakat.
“Sukses terus untuk Ekraf LAM,” katanya.
Kunjungan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Ada pengalaman dan pengetahuan baru yang dibawa pulang rombongan, terutama tentang bagaimana budaya Melayu tetap hidup melalui kain, motif, kerajinan, dan karya tangan para pelaku ekonomi kreatif.
Datuk Tony Werdiansyah menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau secara lebih luas.
Datuk Tony berharap silaturahmi tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi positif, baik dalam pelestarian budaya Melayu maupun dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif daerah.
Melalui ruang seperti Sentra Budaya dan Ekonomi Kreatif LAM Riau, budaya tidak hanya disimpan sebagai warisan masa lalu. Ia dapat dilihat, disentuh, dikenali, dan diapresiasi oleh generasi hari ini.
Sebab, semakin banyak orang mengenal budaya Melayu dari dekat, semakin besar pula peluang warisan itu tetap hidup dan memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. (*)
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau