Beranda / Kabar / Benteng Budaya Melayu Riau di Gerbang Selat Malaka yang Ramai

Benteng Budaya Melayu Riau di Gerbang Selat Malaka yang Ramai

lamriau.id-Pekanbaru, Langkah nyata untuk membentengi generasi muda dari gempuran budaya asing terus digelorakan di Bumi Lancang Kuning. Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bekerja sama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) resmi menggelar Pelatihan Keterampilan Guru Muatan Lokal (Mulok) Budaya Melayu Riau (BMR) tingkat SD, SMP, dan SMA se-Provinsi Riau.

Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar. Kini kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang akam berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Juli 2026. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Meranti, Drs. Muhammad Madi.

Dalam sambutannya yang sarat akan makna, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, mengingatkan posisi geografis Kepulauan Meranti yang sangat rentan terhadap akulturasi budaya luar. Berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional Selat Malaka membuat wilayah ini menjadi pintu masuk berbagai pengaruh global.

​”Kabupaten Meranti harus bersungguh-sungguh melaksanakan pembelajaran Muatan Lokal BMR ini. Kawasan ini begitu terbuka dengan pengaruh dunia, mengingat letaknya berhadapan dengan Selat Malaka yang ramai. Jika tak kuatlah Kemelayuan generasi kita, maka identitas anak cucu kita boleh tercerabut dari akarnya,” ujar Datuk Seri Taufik Ikram Jamil dengan nada penuh harap.

Beliau menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata dari amanah dan tugas pokok LAMR dalam melakukan pewarisan kebudayaan secara terstruktur kepada generasi mendatang melalui dunia pendidikan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Meranti sebagai lokus pelatihan. Ia menilai pelatihan ini adalah jawaban atas tantangan dunia pendidikan formal dalam mengajarkan muatan lokal secara efektif.

“Kami sangat berharap, melalui pelatihan intensif ini, guru-guru pengampu Mulok BMR di Kepulauan Meranti memiliki arah yang lebih jelas, kurikulum yang terstandar, dan metodologi yang berkembang. Jadi, pengajaran Kebudayaan Melayu tidak lagi monoton, melainkan mampu memikat hati para siswa di era digital ini,” ungkap Datuk Seri Afrizal Cik.

Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan guru lintas tingkatan sekolah dibekali dengan modul pembelajaran yang komprehensif, mulai dari sejarah, tata krama, sastra, hingga seni budaya Melayu Riau. Tujuannya hanya satu, yakni memastikan bahwa di tengah arus modernisasi yang menderu, anak-anak Riau tetap bangga dan teguh memegang jati diri kemelayuannya.

Kolaborasi apik antara LAMR Provinsi Riau, LAMR Kabupaten Meranti, dan mitra korporasi yang peduli pada pendidikan lokal, diharapkan menjadi pemantik untuk pelatihan serupa di daerah lain di Riau.

Bagikan

Lihat Juga

Lestarikan Warisan Budaya, LAMR Riau Gelar Pelatihan BMR untuk Guru Se-Provinsi

lamriau.id-Pelalawan, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menggelar Pelatihan Penguatan Keterampilan Guru Budaya Melayu ...