Munajat Tepian Sungai Rokan
Oleh: Dini
Sore itu, udara di Desa Sintong terasa berat oleh kabut tipis yang naik perlahan dari permukaan Sungai Rokan. Di tepian sungai yang mengalir tenang ini, berdiri tegak sebuah bangunan kayu tua bernama Nosah —Madrasah Suluk Tarikat Naksabandiyah. Bagi saya, melangkah ke dalam madrasah ini rasanya seperti menembus lorong waktu. Setiap sudutnya menyimpan napas zaman yang seolah enggan habis digerus masa.
Di tengah kepulan wewangian khas dan jemaah yang bersiap melaksanakan suluk, ada bunyi yang seketika membelah keramaian sore itu. Itulah suara nakus (kayu penanda waktu) yang diketuk bertalu-talu, setengah jam menjelang azan Magrib berkumandang. Bersamaan dengan detak nakus tersebut, bait-bait munajat mulai dilantunkan. Sungguh, munajat ini bagaikan nyanyian langit yang akarnya menjuntai tinggi.
Tata letak dan Ilustrasi oleh Rafqi Ismail
Untuk informasi selengkapnya, silakan baca di bawah ini.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau