Beranda / Kabar / AMAN Kenalkan Ekonomi Adat Nusantara di Forum Iklim Dunia

AMAN Kenalkan Ekonomi Adat Nusantara di Forum Iklim Dunia

lamriau.id-Pekanbaru, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, memperkenalkan konsep ekonomi adat Nusantara yang berbasis pada kedaulatan wilayah dan pelestarian warisan budaya dalam forum internasional London Climate Action Week, pelan lalu.

Rukka tampil sebagai pembicara utama dalam forum khusus bertajuk “Ekonomi Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Global Alliance of Territorial Communities pada hari kelima pertemuan tersebut.

Dalam paparannya, Rukka menegaskan bahwa kesejahteraan Masyarakat Adat tidak dapat dipisahkan dari kemampuan komunitas menjaga dan mengelola wilayah adat secara arif, berkelanjutan, serta berlandaskan nilai-nilai leluhur.

“Kemandirian tercapai jika kita mengelola secara berkelanjutan seluruh kekayaan titipan leluhur. Baik kekayaan material yang berada di bawah, di atas, maupun di permukaan tanah wilayah adat kita, hingga kekayaan immaterial seperti spiritualitas, pengetahuan, seni tradisi, kesusasteraan, ritual, dan kearifan adat kita,” ujar Rukka.

Menurutnya, indikator utama ekonomi adat yang mandiri adalah kemampuan sungai, laut, hutan, dan tanah leluhur dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara berdaulat.

Ia menambahkan, ekonomi Masyarakat Adat tidak semata-mata diukur dari aspek material, tetapi juga dari kemampuan budaya, kreativitas, dan inovasi berbasis tradisi dalam menghadirkan kesejahteraan bagi komunitas.

Pada kesempatan itu, Rukka juga memaparkan langkah AMAN dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pembentukan 47 Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.

BUMMA merupakan lembaga usaha yang didirikan, dimiliki, dan dikelola secara kolektif oleh komunitas Masyarakat Adat dengan mengedepankan prinsip kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama.

Salah satu unit usaha yang diperkenalkan adalah Gerai Nusantara (GENUS) Coffee & Boutique yang menjadi rumah bagi produk sekaligus pengetahuan Masyarakat Adat.

Melalui GENUS, berbagai produk budaya seperti kain tenun tangan, keranjang tradisional, kopi, gula aren, hingga produk inovatif bernuansa etnik dipasarkan sebagai upaya memperkuat ekonomi sekaligus melestarikan identitas budaya Masyarakat Adat.

Meski demikian, Rukka mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi adat, terutama terkait literasi keuangan, akses pasar, dan akses pembiayaan.

“AMAN akan terus berupaya meningkatkan kualitas GENUS agar dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional untuk mewujudkan kemandirian ekonomi bagi Masyarakat Adat di Nusantara,” ujarnya.

Sumber: aliansi masyarakat adat nusantara.

Bagikan

Lihat Juga

LAMR Terima Kunjungan Silaturahmi World Peace Guard (WPG) Riau

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan silaturahmi organisasi masyarakat World Peace Guard (WPG) ...