“Kami terus menyuarakan adat budaya Kampar ini, baik kepada anggota saat kegiatan internal maupun dalam kegiatan tingkat provinsi, hingga akhirnya dikenal khalayak luas melalui postingan media sosial,” ujar perempuan asal Rumbio tersebut.
Komitmen melestarikan adat itu, lanjut Didis, juga diwujudkan dalam kebiasaan organisasi yang konsisten menggunakan kuduong serta menerapkan tradisi makan bajambau dalam setiap pertemuan rutin.
Baginya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menampilkan pakaian adat atau kesenian dalam sebuah perayaan. Tradisi juga perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar nilai-nilai yang diwariskan leluhur tidak terputus oleh pergantian generasi.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau