“Kita ikut ambil bagian dalam arak-arakan keberagaman dengan memperkenalkan budaya Kampar masa lalu, yakni tradisi Manjujuong Jambau saat arakan pesta adat, lengkap dengan pakaian yang memakai tutup kepala atau kuduong, dengan iringan musik gubano badikiu. Insyaallah,” kata Didis usai memimpin rapat persiapan di salah satu Pondok Sate Sungai Pinang, Kampar.
Menurut Didis, keikutsertaan dalam Arak-arakan Keberagaman HKN bukan sekadar memeriahkan perayaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan identitas budaya Kampar sebagai bagian dari kekayaan budaya Melayu Riau.
Ia menegaskan, Himpunan Siompu Kampar Riau secara berkelanjutan berupaya menggali, merawat, dan mengangkat kembali tradisi lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan internal organisasi maupun partisipasi dalam berbagai kegiatan kebudayaan di tingkat Provinsi Riau.
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau