Beranda / Kabar / Sebanyak 13 Kegiatan Adat dan Budaya Siak Dapat Bantuan APBN

Sebanyak 13 Kegiatan Adat dan Budaya Siak Dapat Bantuan APBN

lamriau.id-Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten Siak memastikan kegiatan kebudayaan tetap berjalan di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Tahun ini, sebanyak 13 kegiatan kebudayaan mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kebudayaan, termasuk Festival Siak Bermadah.

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, mengatakan dukungan pemerintah pusat tersebut diperoleh setelah Pemkab Siak mengusulkan sejumlah program kebudayaan agar pelestarian sejarah dan budaya tetap berjalan meski anggaran daerah terbatas.

Menurut Afni, dukungan APBN menjadi solusi agar agenda kebudayaan di Siak tidak terhenti akibat efisiensi anggaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Gerak pembangunan dipastikan tetap berjalan di Kabupaten Siak, termasuk kegiatan kebudayaan. Kita tidak boleh menyerah. Kalau APBD tidak ada, kita masih punya sumber-sumber pembiayaan lainnya,” kata Afni saat membuka kegiatan kebudayaan di Balairung Sri, Selasa (11/8/2026).

Bupati perempuan pertama di Siak itu menyebutkan, dari hasil pengajuan yang dilakukan Pemkab Siak, pemerintah pusat menyetujui pendanaan untuk sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Salah satu kegiatan yang dipastikan kembali digelar adalah Festival Siak Bermadah. Festival tersebut sebelumnya sempat terkena efisiensi anggaran daerah, namun kini memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyaallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan. Tahun ini ada dua event yaitu Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah, Insyaallah akan kita laksanakan dan dananya tidak dari APBD,” ujar Afni.

Selain kegiatan kebudayaan, Pemkab Siak juga memastikan revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri mulai dilaksanakan tahun ini dengan menggunakan dukungan pendanaan dari APBN.

Revitalisasi kedua bangunan bersejarah tersebut sebelumnya direncanakan melalui APBD, namun pelaksanaannya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Afni mengatakan Pemkab Siak kemudian mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar revitalisasi aset budaya dan sejarah tersebut tetap dapat direalisasikan.

“Tahun ini insyaallah kita akan memulai revitalisasi Istana dan Balairung Sri dari APBN. Ini ikhtiar kita,” tegas Afni.

Mantan wartawan itu menambahkan, keberlanjutan program kebudayaan di Siak tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak serta upaya pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan di luar APBD. “Kita tidak boleh menyerah terhadap kondisi ini. Kita terus mengetuk pintu-pintu yang ada,” katanya.

Afni juga meminta agar kegiatan kebudayaan tidak hanya terpusat di kawasan Siak, tetapi diperluas ke kecamatan-kecamatan agar semakin dekat dengan masyarakat dan generasi muda. “Denyut kemelayuan dan kebudayaan itu coba kita luaskan di kecamatan. Memang pusatnya di Siak, tetapi kegiatan bisa saja dilaksanakan di tempat lain,” ujarnya.

Afni juga menyampaikan apresiasi kepada individu, lembaga kebudayaan, dan komunitas seni yang telah mengusulkan program dalam skema Indonesia Raya 2026, serta kepada Ketua Komisi X DPR RI dan para anggotanya yang ikut mengawal usulan tersebut hingga memperoleh dukungan pendanaan dari APBN.

Berikut ini 13 penerima bantuan Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana 2026 dari Kabupaten Siak:

1. Irham Temas Sutomo menerima bantuan sebesar Rp141.743.590 untuk kegiatan Kajian Benda Cagar Budaya Koleksi Museum Istana Siak Sri Indrapura “Treasures of Siak”.

2. Budi Rahmad Ramadhan menerima bantuan Rp149.974.359 untuk kegiatan Revitalisasi dan Penyusunan Pranata Adat Masyarakat Adat Perbatinan, Antan-Antan, dan Kepenghuluan di Kabupaten Siak.

3. Budi Rahmad Ramadhan kembali menerima bantuan Rp150.000.000 untuk kegiatan Ekspedisi Tapak Istana Raja Kecil di Hulu Riau “Jejak Awal Kesultanan Siak Sri Indrapura.”

4. Alfo Rahmatul Ikhfar, S.Ark menerima bantuan Rp149.870.769 untuk kegiatan Pemetaan LiDAR pada Situs Cagar Budaya Makam Raja Kecik dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) pada Situs Koto Salamah.

5. Franki Montana, S.Ark menerima bantuan Rp200.000.000 untuk kegiatan Rekonstruksi Inskripsi Kuno melalui Teknologi Hybrid 3D Laser Scanning dan Fotogrametri LiDAR pada Kompleks Makam Tengku Buang Asmara Kabupaten Siak.

6. Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak menerima bantuan Rp500.000.000 untuk kegiatan Prosesi Ritual Adat Penabalan Datuk Seri Ketua MKA LAMR terpilih, Penabalan Datuk Seri Setia Amanah Bupati dan Wakil Bupati Siak, serta Pelantikan Tameng Adat LAMR Siak.

7. Lembaga Pemerhati Budaya Lewat Visual menerima bantuan Rp542.076.531 untuk kegiatan Festival Siak Bermadah 2026.
8..Randa Mustaqim menerima bantuan Rp199.938.462 untuk kegiatan Rewang Riang Kampung Paluh.

9. Tengku Zulkarnain, S.Sos., M.Si menerima bantuan Rp199.877.200 untuk kegiatan Festival Sastra Sungai Jantan (FSSJ).

10. Sanggar Mahligai menerima bantuan Rp250.000.000 untuk kegiatan Festival Pertunjukan Seni Tari.

11. Komunitas RUAS menerima bantuan Rp299.847.959 untuk kegiatan Festival Kesenian Melayu di Sudut-Sudut Negeri.

12. Febrian Saputra menerima bantuan Rp134.261.538 untuk kegiatan Festival Gemilang Dihilir: Merajut Warisan Budaya Berseri di Hilir.

13. SKELAS yang dikelola Cerli Febri Ramadani menerima bantuan Rp235.000.000 untuk kegiatan Merawat Warisan Budaya Melayu Siak melalui Pameran dan Demo Day Kriya serta Fashion.

Total bantuan yang diterima oleh 13 penerima dari Kabupaten Siak melalui Dana Indonesiana 2026 Kementerian Kebudayaan RI mencapai Rp3.152.590.408.

Bagikan

Lihat Juga

Ada Kejayaan Kerajaan Siak di Bandara SSK II Pekanbaru

lamriau.id-Pekanbaru, Pameran tentang kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura kini dipajang di Bandara Sultan Syarif Kasim ...