lamriau.id-Pekanbaru, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pacu Jalur 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026. Hingga Senin (10/8), kesiapan penyelenggaraan agenda budaya dan adat kebanggaan masyarakat Kuansing itu telah mencapai sekitar 85 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing H. Mukhlisin menyampaikan perkembangan persiapan tersebut saat melakukan expose kepada Plt Gubernur Riau di Kantor Gubernur Riau.
“Untuk persiapan, saat ini sudah mencapai 85 persen,” kata Mukhlisin.
Menurutnya, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu tradisional, tetapi merupakan warisan budaya dan adat yang menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi serta kebanggaan Provinsi Riau. Karena berstatus sebagai event nasional, seluruh persiapan harus dilakukan secara serius dan matang.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuansing perlu menyampaikan secara langsung perkembangan persiapan kepada Pemerintah Provinsi Riau agar sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut dapat berjalan optimal.
“Karena ini menjadi event nasional dan sangat bergengsi untuk Pemkab Kuansing, khususnya Riau, jadi harus melaksanakan ekspos,” ujarnya.
Salah satu perhatian utama dalam persiapan adalah kondisi Sungai Kuantan yang masih terlihat keruh. Pemerintah Kabupaten Kuansing telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi dampak kondisi sungai terhadap pelaksanaan Pacu Jalur.
“Sungai masih keruh, kita sudah sinergi dengan Polsek Kuansing, namun karena sumber air Sungai Kuantan dari provinsi tetangga, kita tidak bisa 100 persen menjaganya agar tidak keruh,” jelas Mukhlisin.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau meminta agar seluruh persiapan Pacu Jalur 2026 dilakukan secara maksimal. Ia menilai event budaya tersebut memiliki peran penting dalam mengangkat nama Kuansing dan Riau di tingkat nasional.
“Kita mengharapkan ini menjadi event besar, persiapannya harus matang. Rundown acara juga harus benar,” tegasnya.
Plt Gubernur menargetkan seluruh persiapan utama, termasuk rangkaian kegiatan adat dan budaya, sudah tuntas paling lambat 16 Agustus 2026 sehingga tidak ada lagi kendala menjelang pelaksanaan.
“Kita harapkan untuk kesiapan maksimal tanggal 16 tidak ada lagi kendalanya yang last minute. Tanggal 16 sudah selesai semua,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kuansing diminta kembali melaporkan perkembangan persiapan setelah seluruh kebutuhan kegiatan diselesaikan. Pacu Jalur 2026 diharapkan tidak hanya berlangsung sukses, tetapi juga semakin memperkuat pelestarian budaya dan adat Melayu Riau yang telah diwariskan turun-temurun. (mcr)
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau