Dermaga Tua Batang Kumu -Pujud

Pujud

Pujud; pujuik, kampung yang berada di pinggir Batang Kumu anak Sungai Rokan, berdekatan dengan Kepenghuluan Kasangbangsawan di hilir dan Danau Polosong Kocik di hulu.

 

Penamaan Pujud bermula pada saat Pujud dibuka pertama kali sekitar tahun 1914 oleh lima orang yang berasal dari kampung di hulu Sungai Rokan. Kelima orang tersebut adalah Leman dari kampung Dalu-dalu, Haji Doroni, Junuih (Yunus) dari Pasirpengarayan, Tembek atau Pendek dari Pasirpengarayan Tolukbintungan, dan Meteh yang berasal Kepenghuluan Sikeladi.

 

Ketika memasuki Sungai Batang Kumu di Kampung Kasangmalapari, kelima orang tersebut bertemu dengan orang Bonai. Mereka kemudian bertanya apakah ada tanah kasang di hilir yang hendak dijadikan kampung. Orang Bonai menjawab, “Lai aku nampak, sobujuik tingga lai, abih kaam” (Ada nampak olehku masih ada sobujuik (sedikit) lagi, selebihnya terendam). Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju tanah yang dimaksud tersebut dan mendirikan kampung baru di sana.

 

Kepenghuluan Pujud- Perkampungan tampak asri dengan rumah rumah tua menghiasi sudut kampung.
Kepenghuluan Pujud- Perkampungan tampak asri dengan rumah rumah tua menghiasi sudut kampung.

Setelah kampung berdiri, orang Bonai menamai kampung baru itu sebagai Kampung Bujuik, yang artinya sedikit. Lama-kelamaan penyebutannya berubah menjadi Pujuik atau Pujud.

 

Selain versi di atas, terdapat tiga versi lain tentang asal-usul nama Pujud. Pertama, di daerah ini dulu banyak ditemukan rotan sarang yang bentuknya bobujuik (bergumpal) sehingga tempat ini dinamakan Bujuik yang akhirnya berubah menjadi Pujuik dan Pujud. Kedua, dalam cerita Puteri Hijau disebutkan bahwa pada saat Datuk Penyarang melarikan Putri Hijau ke Siarangarang, datanglah hulubalang dari Deli dalam jumlah besar. Mereka sampai di suatu tempat pada petang menjelang malam. Di tempat itu, para hulubalang Deli bobujuik-bujuik (berhimpit-himpitan), sehingga tempat tersebut kemudian disebut Bujuik dan sekarang dikenal sebagai Pujud. Ketiga, konon dulu daerah ini dijadikan tempat bermain judi untuk menghindari hulubalang di Sintong. Begitu terkenalnya tempat itu sebagai kawasan judi, orang-orang menyebutnya sebagai tempat berjudi dan orang-orangnya disebut penjudi. Dari kata penjudi inilah kata Pujud berasal.

 

Secara administrasi, Pujud saat ini terdiri dari tiga wilayah administrasi yaitu Kelurahan Pujud Selatan, Kepenghuluan Pujud, dan Kepenghuluan Pujud Utara yang masuk dalam Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir.

 

(N 02° 27’ 58.4’’- E 100° 20’ 38.1, 11-15 mdpl).

Lihat Juga

Kerumutan

  Kerumutan adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Pelalawan, Riau, Indonesia.     Cerita di Balik ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!