Beranda / Kabar / Majelis Zikir LAMR Doakan Riau Segera Bebas dari Jerebu dan Karhutla

Majelis Zikir LAMR Doakan Riau Segera Bebas dari Jerebu dan Karhutla

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melaksankan salah satu kegiatan rutin majelis zikir yang menguatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat Melayu pada Rabu (23/9) di balai adat LAMR

Dalam zikir kali ini, doa secara khusus dipanjatkan agar Riau segera terbebas dari jerebu dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam elu-eluannya, Ketua DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengatakan, Majelis Zikir LAMR senantiasa dikaitkan dengan kondisi aktual yang sedang dihadapi masyarakat. Menurutnya, zikir dan doa menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di Riau.

“Majelis Zikir ini merupakan kegiatan rutin LAMR. Dasar nilai-nilai Melayu adalah Islam. Karena itu, zikir memasuki dua ruang penting dalam kehidupan Melayu, yakni agama dan budaya,” ujar Datuk Seri Taufik.

Ia mengatakan, setiap pelaksanaan zikir juga diharapkan memiliki keterkaitan dengan kondisi aktual masyarakat. Pada kesempatan tersebut, perhatian diarahkan pada persoalan jerebu dan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

“Hari ini kita mendoakan agar jerebu dan karhutla di Riau segera berakhir. Kita juga mengirimkan doa kepada lebih dari 3.000 pejuang atau petugas yang saat ini sedang berjibaku memadamkan api di lapangan,” katanya.

Menurutnya, para petugas yang bekerja di tengah kondisi berat tersebut membutuhkan dukungan moral dari seluruh masyarakat. Doa menjadi salah satu bentuk dukungan agar mereka diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, Dr. Roni Bowo Leksono, M.T., menyampaikan bahwa pemerintah bersama Satgas Karhutla terus melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pemadaman dan operasi modifikasi cuaca.

“Ini bukan hanya soal kabut asap, tetapi juga bagaimana kita menjaga alam. Mari kita bersama-sama bergerak, menjaga hutan dan mencegah kebakaran,” ujarnya.

Roni menjelaskan, BRIDA juga turut melakukan kajian terkait metode pemadaman lahan gambut yang lebih efektif. Hal itu penting karena kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda. Api di permukaan dapat terlihat padam, namun bara masih dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika mendapatkan oksigen.

Karena itu, menurutnya, riset dan inovasi diperlukan untuk menemukan metode penanganan kebakaran lahan gambut yang lebih efektif.

Di tengah berbagai upaya tersebut, Roni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ikhtiar dengan doa. Ia berharap hujan segera turun dan membawa berkah bagi Riau sehingga persoalan karhutla dan jerebu dapat segera berakhir.

“Mari kita berdoa dengan khusyuk agar hujan yang turun membawa berkah dan persoalan kebakaran serta kabut asap ini segera berakhir,” tutupnya.

Bagikan

Lihat Juga

Ibu-Ibu Lanud Menyusuri Jejak Melayu di Sentra Ekraf LAM Riau

lamriau.id-Pekanbaru, Sejumlah ibu-ibu dari lingkungan Pangkalan Udara (Lanud) menyempatkan diri menyusuri jejak budaya Melayu Riau ...