Lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan kuliah lapangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau, Kamis (23/4), di Balai Adat LAMR. Kegiatan ini mengusung tema Budaya Melayu dalam Perspektif Global.
Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, Datuk Afrizal Alang, serta Penyelaras Bidang Pendidikan, Pengembangan, dan Teknologi Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk H. Syaiful Anuar.

Rombongan mahasiswa turut didampingi Koordinator Program Studi PGSD FKIP Universitas Riau, Dr. Muhammad Fendrik, M.Pd., bersama para dosen, yakni Dr. Hendri Mahardi, S.E., M.Pd., Dr. Erlisnawati, M.Pd., Dra. Munjiatun, M.Pd., dan Guslinda, S.Pd., M.Pd., serta sekitar 50 mahasiswa.

Mengawali kegiatan, Datuk H. Syaiful Anuar menegaskan bahwa LAMR merupakan rumah besar bagi masyarakat Riau yang terbuka sebagai ruang dialog, khususnya bagi generasi muda.
“LAMR adalah rumah besar kita bersama. Balai adat ini terbuka untuk berdiskusi dan belajar tentang budaya Melayu kapan saja,” kata Datuk Syaiful.
Ia menambahkan, budaya Melayu tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan zaman. Melalui pendekatan pendidikan dan pemanfaatan teknologi, nilai-nilai adat diyakini dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
“Mahasiswa sebagai calon pendidik memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya Melayu kepada generasi penerus,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan, Dr. Hendri Mahardi, menyampaikan apresiasi kepada LAMR atas penerimaan dan kesempatan belajar yang diberikan kepada mahasiswa. Ia menilai kuliah lapangan menjadi sarana penting untuk memahami secara langsung nilai-nilai sosial dan budaya Melayu yang selama ini dipelajari secara teoritis.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam memahami kearifan lokal masyarakat Melayu,” tuturnya
Dalam pemaparan materinya, Datuk Afrizal Alang menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Melayu di tengah arus globalisasi. Ia mengajak mahasiswa menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Budaya Melayu bukan sekadar warisan, tetapi pedoman hidup yang harus dijaga, dipahami, dan diamalkan. Di tengah arus globalisasi, jati diri ini jangan sampai hilang,” tegasnya.
Ia juga memaparkan sejarah berdirinya LAMR serta menegaskan peran lembaga tersebut sebagai payung dan penguat nilai-nilai adat, bukan untuk mengambil alih kewenangan adat di masing-masing daerah di Provinsi Riau.
“LAMR hadir sebagai pengayom dan penguat adat. Peran kita adalah menjaga marwah serta memberikan arah bagi perkembangan budaya Melayu,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Datuk Afrizal Alang berharap para mahasiswa dapat turut berperan aktif dalam memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat luas.
“Budaya adalah salah satu tembok di tengah derasnya arus globalisasi. Karena itu, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mempromosikannya,” tutup Datuk Alang
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau