Beranda / Kabar / Akibat Jerebu Karhutla, Peserta Arak-arakan HKN Wajib Pakai Masker, Durasi Dipangkas

Akibat Jerebu Karhutla, Peserta Arak-arakan HKN Wajib Pakai Masker, Durasi Dipangkas

lamriau.id-Pekanbaru, Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memengaruhi pelaksanaan arak-arakan keberagaman dalam rangka Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Pekanbaru, Ahad (18/10/2026).

Panitia bersama kepolisian dan sejumlah instansi terkait menyepakati peserta arak-arakan wajib memakai masker. Durasi kegiatan juga dibatasi hanya sekitar satu jam sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara yang bercampur asap.

Ketua HKN Riau, Datuk Jonaidi Dasa, yang juga Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (DPH LAMR) Provinsi Riau, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang difasilitasi Kapolresta Pekanbaru.

“Pada prinsipnya, semua peserta rapat mendukung kegiatan ini dengan sejumlah syarat, terutama pembatasan waktu karena kegiatan dilaksanakan pada pagi hari. Peserta juga diwajibkan memakai masker,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan Polresta Pekanbaru, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BMKG, Satpol PP dan Damkar, serta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Panitia HKN, koordinator arak-arakan, dan perwakilan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) turut hadir membahas teknis pelaksanaan kegiatan.

Dalam rapat itu, kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu perhatian. Kabut setelah hujan pada malam sebelumnya masih cukup tebal, dengan jarak pandang sekitar 2.000 meter. Kondisi tersebut dipengaruhi campuran kabut dan asap.

Meski demikian, kegiatan tetap dilaksanakan dengan penyesuaian jalur arak-arakan serta kewajiban penggunaan masker bagi seluruh peserta. Panitia juga akan menyampaikan hasil koordinasi tersebut kepada para koordinator lapangan.

Arak-arakan dijadwalkan dimulai sebelum pukul 08.00 WIB. Peserta berkumpul dan melakukan persiapan di Jalan Thamrin, samping GOR Tribuana, mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Barisan awal berada di sekitar simpang Jalan Diponegoro–Jalan Thamrin sebelum bergerak menuju Balai Adat.

Setibanya di lokasi, masing-masing utusan kabupaten/kota dan paguyuban dijadwalkan menampilkan atraksi serta ekspresi kebudayaan di panggung atau laman adat.

Panitia selanjutnya akan menggelar rapat bersama koordinator lapangan untuk mematangkan teknis pelaksanaan, termasuk penyesuaian jalur dan kesiapan peserta.

Arak-arakan keberagaman merupakan puncak rangkaian peringatan HKN 2026 di Riau yang mengusung semangat Berhimpun Pepat Rumpun Melayu. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan berbagai etnis dan paguyuban untuk memperlihatkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Bagikan

Lihat Juga

Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau

lamriau.id-Pekanbaru, Telepon genggam Koordinator Panitia Peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Riau, Toni Wardiansyah, ...