Beranda / Kabar / Sambut Gagasan Fadli Zon Bangun Museum di Riau, Disbud Harap Dukungan Revitalisasi Sang Nila Utama

Sambut Gagasan Fadli Zon Bangun Museum di Riau, Disbud Harap Dukungan Revitalisasi Sang Nila Utama

lamriau.id-Pekanbaru, Gagasan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, untuk mengembangkan museum dan memperkuat pelestarian sejarah di Riau diharapkan menjadi momentum pembenahan pengelolaan museum diBumi Melayu Lancang Kuning ini.

Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menyambut peluang pengembangan tersebut, sekaligus berharap dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap revitalisasi Museum Sang Nila Utama dapat direalisasikan pada 2027.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Aryadi, S.Sos., Jumat (23/10/2026), mengatakan bahwa pembenahan Museum Sang Nila Utama masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan tenaga ahli permuseuman hingga kelengkapan dokumen perencanaan teknis.

Salah satu persoalan utama adalah belum tersedianya tenaga permuseuman yang memadai dan memahami tata pamer sesuai standar pengelolaan museum. Persoalan tersebut beberapa kali menjadi catatan tim standardisasi yang melakukan penilaian setiap tahun.

Aryadi menyebutkan telah berupaya mengatasi persoalan tersebut, antara lain dengan menggelar kajian tata pamer dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kebudayaan.

Dalam sekitar dua tahun terakhir, perbaikan Museum Sang Nila Utama menjadi salah satu fokus perhatian. Pembenahan dilakukan secara bertahap, termasuk perbaikan vitrin atau lemari pajang koleksi.

Namun, pada 2026, Riau belum memperoleh anggaran revitalisasi museum dari pemerintah pusat. Usulan perbaikan dan revitalisasi telah kembali diajukan untuk tahun anggaran 2027.

Aryadi menjelaskan, salah satu kendala pengajuan sebelumnya adalah belum tersedianya dokumen Detail Engineering Design (DED) yang menjadi persyaratan untuk memperoleh dukungan pendanaan revitalisasi.

Di tengah kondisi tersebut, gagasan Fadli Zon mengenai pengembangan museum di Riau dinilai membuka peluang untuk memperkuat pelestarian sejarah daerah, baik melalui pembenahan museum yang sudah ada maupun pengembangan museum baru.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pembangunan museum di kawasan Kompleks Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar. Rencana yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kampar tersebut mencakup penyimpanan objek cagar budaya, revitalisasi zona inti candi, konektivitas jalur wisata dengan kabupaten tetangga, serta pengembangan pusat riset dan edukasi.

Selain itu, muncul gagasan pembangunan Museum Perminyakan untuk merekam perjalanan panjang industri minyak bumi di Riau yang berperan penting dalam perekonomian daerah dan nasional.

Untuk museum perminyakan, Aryadi menyebutkan adanya rencana melibatkan pihak luar tanpa menggunakan APBN maupun APBD.

Berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat memperluas upaya pelestarian warisan sejarah Riau.

Di sisi lain, revitalisasi Museum Sang Nila Utama tetap memerlukan dukungan anggaran, peningkatan kapasitas tenaga pengelola, serta pemenuhan persyaratan teknis.

Disbud Riau berharap usulan revitalisasi yang telah disampaikan untuk 2027 dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat sehingga pembenahan museum dapat berjalan lebih optimal dan mampu menjadi pusat edukasi serta pewarisan sejarah bagi generasi mendatang.

Bagikan

Lihat Juga

LAMR Segera Bentuk Tim Penulisan Sejarah Melayu Riau, Tindak Lanjut Kunjungan Menbud Fadli Zon

lamriau.id-Pekanbaru, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) segera membentuk tim penulisan sejarah Melayu Riau sebagai langkah ...