Hari Kebudayaan Nasional di Riau:
“Memelihara Warisan, Menguji Komitmen, dan Meneguhkan Masa Depan”
Syaiful Anuar
Perayaan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) yang di taja LAMR Provinsi Riau merupakan momentum penting untuk menegaskan kembali kedudukan kebudayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, kebudayaan bukan hanya sebagai warisan masa ke masa yang layak dikenang dalam upacara seremonial saja. Lebih dari pada itu, kebudayaan sebagai sistem nilai, pengetahuan, ingatan kolektif, dan pandangan hidup yang terus membentuk cara masyarakat dalam memahami dirinya sendiri serta menentukan arah masa depan suku sakatnya.
Dalam konteks Riau, perayaan ini memiliki arti yang lebih khusus karena wilayah ini menyimpan sejarah panjang peradaban Melayu, dengan khazanah adat, bahasa, tradisi lisan, seni, pengetahuan lokal, dan tata nilai yang telah tumbuh serta berkembang berabad-abad silam. Dalam kerangka tersebut, inisiatif Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sebagai penyelenggara atau penggerak perayaan HKN patut diapresiasi. Apatah lagi, LAMR berdiri pada posisi strategis dalam menjaga kesinambungan adat dalam kebudayaan Melayu, sekaligus menjadi simpul penting bagi masyarakat untuk mengokohkan identitas kulturalnya di tengah perubahan zaman. HKN yang menghadirkan beragam kosa budaya Melayu ke ruang publik ini dapat dipandang sebagai langkah berarti, terutama ketika kehidupan bermasyarakat kekinian yang semakin dibancuh oleh budaya asing, perkembangan teknologi yang laju, perubahan pola konsumsi, serta kecenderungan-kecenderungan generasi muda yang semakin jauh dari urat tunggang identitas budayanya sendiri.
Tata Letak & layout: Rafqi Ismail
Silahkan baca selengkapnya di bawah ini:
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau