Beranda / Kabar / Fadli Zon Gagas Museum Perminyakan di Riau, Guru Besar UIR: Harus Interaktif dan Bikin Generasi Muda Ketagihan

Fadli Zon Gagas Museum Perminyakan di Riau, Guru Besar UIR: Harus Interaktif dan Bikin Generasi Muda Ketagihan

lamriau.id-Pekanbaru, Gagasan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, untuk menghadirkan museum perminyakan di Riau mendapat sambutan positif dari kalangan akademisi. Museum tersebut dinilai dapat menjadi ikon baru sekaligus ruang untuk merawat ingatan tentang sejarah panjang industri minyak bumi di Bumi Melayu Lancang Kuning ini.

Guru Besar Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. Eng. Ir. Muslim, S.T., M.T., IPU., ASEAN. Eng., mengatakan gagasan tersebut patut disambut baik. Apalagi, inisiatif untuk menghadirkan museum perminyakan di Riau sebenarnya telah pernah digagas sejumlah tokoh daerah sejak beberapa dekade lalu.

“Kalau Pak Menteri memiliki ide tersebut, perlu kita sambut dengan baik. Dengan adanya museum ini tentu menjadi ikon tersendiri bagi Provinsi Riau yang punya sejarah panjang tentang minyak bumi sebagai penopang ekonomi Indonesia sejak kemerdekaan Republik ini,” ujar Prof Muslim, Rabu (21/10/2026).

Gagasan museum perminyakan itu mengemuka saat Fadli Zon berkunjung ke Riau dalam rangka peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 yang ditaja LAMR, sekaligus meninjau Kompleks Percandian Muara Takus, Kabupaten Kampar, Ahad (18/10/2026) pekan lalu.

Menurut Muslim, pembangunan museum perminyakan tidak cukup hanya dengan mendirikan gedung dan mengisinya dengan koleksi sejarah. Konsep museum harus dirancang mengikuti perkembangan teknologi agar mampu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan museum konvensional.

Prof Muslim menilai teknologi dapat menjadi daya tarik penting untuk mendekatkan sejarah industri perminyakan kepada generasi muda. Informasi mengenai perjalanan industri minyak, perkembangan teknologi pengeboran, hingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional perlu disajikan secara menarik dan interaktif.

“Museum harus mampu menarik generasi muda untuk mau berkunjung dan mendapatkan informasi yang interaktif serta membuat mereka ketagihan mau datang berulang-ulang. Selain itu, kombinasi perpaduan antara laboratorium conventional dengan laboratorium digital juga akan lebih baik,” saran Prof Muslim.

Prof Muslim berharap museum tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang memungkinkan pengunjung memahami perjalanan industri perminyakan di Riau secara lebih mendalam.

Sejarah perminyakan, jelas Prof Muslim, merupakan bagian penting dari identitas Riau. Karena itu, keberadaan museum dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada generasi penerus bagaimana sumber daya minyak bumi turut berperan dalam perjalanan ekonomi daerah dan Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya mewariskan pengetahuan sejarah kepada anak cucu agar mereka mengenal daerahnya sendiri, memahami perjalanan masa lalu, dan memiliki dorongan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masa depan.

“Dengan adanya museum perminyakan di Riau, anak cucu kita nantinya bisa mengenal negerinya lebih jauh lagi. Sehingga timbul rasa untuk berbuat yang terbaik pada diri mereka,” ungkapnya.

Prof Muslim menambahkan, museum merupakan salah satu cara untuk mewariskan sejarah, budaya, dan nilai-nilai daerah kepada generasi berikutnya. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan teknologi, museum perminyakan diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang relevan sekaligus memperkuat identitas Riau sebagai salah satu daerah penting dalam sejarah industri minyak bumi Indonesia.

Bagikan

Lihat Juga

Lepas Arak-arakan HKN, Fadli Zon Hentak Cokmar LAMR Tiga Kali

lamriau.id-Pekanbaru, Ada yang berbeda saat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melepas Arak-arakan Keberagaman, Persebatian ...