lamriau.id-Pekanbaru, Persiapan peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Provinsi Riau terus dimatangkan. Hingga Jumat (16/10/2026), kesiapan para penampil untuk memeriahkan puncak kegiatan bertajuk Berhimpun Pepat Rumpun Melayu itu telah mencapai 70 hingga 90 persen.
Ketua Panitia HKN Riau, Datuk Jonnaidi Dasa, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 diharapkan berjalan lancar, dengan dukungan berbagai pihak yang terlibat.
“Insya Allah berjalan lancar. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang begitu antusias berpartisipasi dalam kegiatan HKN ini,” katanya.
Untuk memastikan kelancaran acara, panitia juga menggelar rapat bersama sejumlah instansi terkait atas undangan Kapolresta Pekanbaru, Jumat sore. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan teknis, termasuk hal-hal yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada Ahad (18/10/2026).
“Kami mengharapkan doa kita semua, semoga tidak ada hambatan dalam pelaksanaan hari Ahad ini,” ujarnya.
Peringatan HKN di Riau diisi dengan sejumlah agenda kebudayaan, mulai dari penguatan seni Zapin, Layang Kuau Raja Tebuk Isi, hingga upaya mendorong Pacu Jalur menuju pengakuan UNESCO.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Majelis Zikir Ratik Togak Ingatan DIR serta Arak-arakan Keberagaman Persebatian Antaretnis di Riau sebagai acara puncak.
Koordinator HKN di Riau, Datuk Toni Wardiansyah, sebelumnya menyebut sekitar 2.000 peserta dari 42 paguyuban akan memeriahkan arak-arakan tersebut.
Menurut Toni, tingginya antusiasme puluhan paguyuban menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
“Ini kegiatan pertama kali dilaksanakan, tetapi antusiasme para paguyuban sangat luar biasa. Keberagaman ini memang terasa bahwa menjadi kekuatan kita,” ungkapnya.
Arak-arakan Keberagaman Persebatian Antaretnis di Riau diinisiasi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dengan berkolaborasi bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), serta pihak terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, berbagai kelompok etnis dan paguyuban mendapat ruang untuk memperkenalkan seni, adat, busana, serta tradisi masing-masing. Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, arak-arakan tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan untuk memperkuat silaturahmi, merawat keberagaman, dan meneguhkan persatuan masyarakat Riau. (
LAMR Lembaga Adat Melayu Riau